SURAT KEPADA ABU JIBRIL



Aku baca  di media sosial
Getar-getar nada suaramu membahana
Saat tabligh akbar Bekasi Bersyariah
Di Mesjid Islamic Center
Engkau katakan: ikut pancasila akan binasa!
Aku  sedih mendengar kata-katamu
Resah  memikirkan  pernyataanmu
Bingung merunut jalan pikiranmu
Kemana engkau menggiring Indonesia?

Aku sepakat denganmu
Yang menentang dan tidak percaya Al Quran pasti akan binasa
Sama seperti aku pun yakin
Yang menentang Injil akan binasa
Tapi salahkah ketika sebuah bangsa
Yang diwarnai keanekaragaman
Merekat diri dengan ideologi bersama bernama Pancasila?

Maaf  Mas Abu Jibril kalau kita tak sepaham
Tentang asal usul Pancasila
Karena bagiku pancasila  adalah kearifan lokal leluhurku
Percaya ada kekuatan mahatinggi Dewa Zeta (Tuhan)
Yang melampaui segala kekuasaan
Leluhurku  saling menghormati  Kisa Ata (Kemanusiaan)
Leluhurku menghargai Utu Bhou (Bersatu)
Leluhurku memahami ajaran Mosa Laki (Kepemimpinan)
Leluhurku memahami  ajaran Papa Dho’o (Keadilan)

Aku yakin  setiap suku dinegeri ini
Masih teguh pada kearifan lokal
Yang  mengajarkan  hidup dalam keberagaman
Dan teguh menjalankan nasihat kitab suci
Aku yakin Indonesia akan jadi bangsa bermartabat
Kalau saudaraku  muslim taat pada Al Qur’an
Saudaraku Kristen taat pada Alkitab
Saudaraku Katolik taat pada Alkitab dan Ajaran Gereja
Saudaraku Hindu taat pada Catur Weda
Saudaraku Budha taat pada  Tripitaka
Saudara Kong Hu Cu taat pada Wu Jing, Si Shu dan Xiao Jing
Dan bangsa Indonesia taat pada filosofi Pancasila

Maaf jika aku tak sepaham denganmu
Bahwa pancasila bersumber dalam kitab Talmud
Karena leluhurku ada sebelum kitab itu ada
Dan ajaran leluhur  ada sejak mereka ada
Dan terus diwariskan
Aku tahu dari sejarah pancasila digali Bung Karno
Di tepi pantai Kota Ende pulau Flores
Aku yakin Bung Karno  punya leluhur
Dan ia paham tentang  kearifan lokal warisan leluhurnya

Engkau katakan para pemimpin negeri ini
Lebih memilih ajaran nenek moyang yakni pancasila
Dan menolak syariat  Islam sebagai dasar negara
Aku  mendukung sikap pemerintah
Karena Indonesia  terbentang dari Sabang sampai Merauke
Dengan  agama dan budaya  yang berbeda
Tapi direkat dalam semangat sama Bhineka Tunggal Ika
Diikat  dengan ideologi sama Pancasila
Betapa indahnya  keberagaman
Bisa hidup  damai  dalam perbedaan

Aku  menghormati kebebasanmu untuk berdakwah
Tetapi mari paham Indonesia sebagai Negara bangsa
Jangan jadikan Indonesia  sebagai negara agama
Sebab jika  Indonesia jadi negara agama
Bangsa kita akan runtuh berkeping-keping
Kuharap  kita tidak lahir pada sebuah jaman
Dan menjadi penghancur  bangsa
Ini harga mati: Aku  ada di bingkai Indonesia
Selamanya  bersama Indonesia!

Hidupku selamanya di Indonesia
Nafasku Indonesia
Tulangku Indonesia
Darahku Indonesia
Karyaku Indonesia
Cintaku Indonesia
Bangsaku Indonesia
Provinsiku Bali
Kabupaten kotaku Denpasar
Kecamatanku Denpasar Timur
Desaku Sumerta Kelod
Banjarku Babakan Sari
Tempat lahirku Maghilewa
Dan imanku katolik
Selamanya  aku Indonesia.***

Denpasar, 18 Januari 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN