SAAT AKU KEMBALI MERINDUMU




Aku ingin pulang
Ke kebun di kaki gunung
Mungkin masih ada jejak telapak
Aku ingin menjadikannya kanvas
Untuk melukis wajahmu
Wajah keriput perempuan
Yang bertudung rambut putih
Agar pulas rinduku padamu

Aku ingin pulang
Ke pondok di puncak bukit
Mungkin masih ada jejak jemarimu
Saat engkau duduk bersimpuh
Merajut anyaman daun lontar
Sambil menginang sirih pinang
Dan menanak ubi talas
Untuk makan malam
Aku ingin pulang
Menyusuri semak belukar
Menuruni lembah di belakang kampung
Mendaki di lereng gunung
Mencari bekas kakimu
Mungkin di situ terlukis wajahmu
Dan aku dapat mengasoh sejenak
Memandangmu seutuhnya

Aku ingin pulang
Meretas kembali jalan setapak
Agar terkuak kembali kenangan
Masa kecil bersamamu
Mungkin aku dapat menikmati
Desah nafasmu
Dan ciuman berlumur air sirih

Aku ingin pulang
Mencari sisa-sisa kenangan
Di rumah adat
Ketika engkau terbaring lemah
Terkulai tak berdaya
Menunggu tiba saatnya pergi
Untuk tak pernah kembali lagi
Meski sekedar sebuah mimpi

Aduh, ini rindu berkecamuk
Padamu, padamu perempuan
Mungkin karena terlalu cepat
Aku kehilangan senyummu
Dari bibir berbalut kasih sayang
Perempuan desa bersahaja
Yang tak henti mencinta
Hingga akhir pertemuan

Oh, seandainya engkau ada sekarang
Aku ingin baring di pangkuanmu
Dan mendesah: Ibu belailah rambutku
Kutahu engkau mendengar
Tangis batinku
Aku rindu, yah rindu.***
Denpasar, 12 Juli 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU