PERPISAHAN
Berdua
kita pernah menyusuri jalan
Pada
bentangan yang lurus
Dan pada
tikungan-tikungan terjal
Pada
jalan turun di bibir jurang
Dan
tanjakan-tanjakan
Di
dinding padas
Aku belum
puas bersamamu
Bersiarah
di negeri fana
Aku
menghitung waktu
Yang
mengalir seperti air
Dari
liang gunung batu
Ketika
kita bersanding di altar
Mengucap
janji setia
Sehidup
sampai mati
Kini kau
yang menemukan
Ujung
janji kita berdua
Kau pergi
sendiri
Kita
telah melakoni bait-bait puisi
Dua
kehidupan menjadi satu
Kita
mengayuh biduk di samudera cinta
Ada badai
dan taufan
Aku yang
memegang kemudi
Dan
engkau mengatur arah
Sambil
berdoa:
Tuhan
jangan biarkan bejana cinta ini
Pecah di
tengah perjalanan
Sepanjang
siarah kita berdua
Ada
senyum dan air mata
Ada suka
dan duka
Kita
telah jalani bersama
Dalam
batu karang iman
Yang tak
tergoyahkan
Kini
perpisahan itu abadi
Oleh tangan
Penguasa
Dan aku
pun menyerah
Pada
kehendakNya
Engkau
pergi membawa cinta
Meski
wajahmu membekas di sini
Pada raga
anak-anak rahimmu
Pada jiwa
anak-anak titipan
Pada
bait-bait kenangan
Pada
sudut-sudut rumah
Yang kita
ciptakan bersama
Itu
menjadi kenangan abadi
Engkau
tulang rusukku yang hilang
Yang
kutemukan di suatu waktu
Lalu
menjadi sempurna
Kini
tulang rusukku kembali hilang
Meski aku
harus belajar
Untuk
tetap sempurna
Karena
aku tahu
Engkau
mendoakanku dari duniamu
Yang
membuatmu tak lagi menangis
Ketika
perih pedih mendera ragamu
Kekasihku,
selamat jalan
Aku telah
mencatat semua peristiwa
Di lembar
hatiku
Akan
kusemai sepanjang siarah
Yang
masih tersisa
Kutahu
engkau ada di pangkuanNya
Yang kita
andalkan dan kagumi
Sepanjang
detak nafas
Selamat
jalan tulang rusukku***
Denpasar,
17 Juli 2015
Untuk
seorang sahabat di Ende
Komentar
Posting Komentar