JALAN SALIB 4




Tubuh-Mu yang kudus disesah cemetih
Kepala-Mu  dimahkotai duri
Engkau ditelanjangkan di depan massa
Dan mereka berteriak-teriak histeris
Salibkan Dia, Salibkan Dia!
Engkau diam, Engkau membisu
Tapi mata-Mu memandang  setiap hati
Yang  penuh laknat mendera-Mu

Anak domba Allah menanggung derita
Untuk siapakah Engkau rela  berkorban?
Untuk siapakah Tuhan?

Matahari di atas langit kota Yerusalem
Menembus  luka-luka di sekujur tubuh-Mu
Pedih dan perih pasti Engkau rasakan
Tapi tanpa tatapan amarah dari-Mu
Hati-Mu tetap selembut  salju
Dan  cinta-Mu pada kaum pendosa
Tak pernah berkurang
Bahkan Engkau mengampuni mereka
Dengan sapa-Mu:  Bapa, ampunilah mereka
Karena mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya

Anak Domba Allah memikul beban berat
Untuk siapa Engkau pertaruhkan diri-Mu
Untuk siapa Tuhan?
Ini tanya menggelayut  di dera rasa dosaku
Aku manusia yang lemah
Berkubang dalam kolam dosa
Sering berlari menjauh dari cinta-Mu
Tak  mampu memahami arti penebusan-Mu
Ya Tuhan, ini jiwa terpanggang  api kemunafikan
Dan jatuh  di pelukan kenikmatan ragawi
Seringkali menjauh dari-Mu

Anak domba Allah menerima siksaan
Tanpa keluh tanpa kesah
Untuk siapakah Engkau rela berkorban?
Untuk siapa Tuhan?

Penghinaan yang Engkau terima
Melampaui kemampuan manusiawiku
Tetapi Engkau  mampu menjalaninya
Pukulan bertubi-tubi merobek daging tubuh-Mu
Engkau tak  menaruh  amarah
Darah-Mu yang kudus tercurahkan
Untuk  penebusan  dosa-dosaku
Ya Yesus Anak Domba Allah
Pada  seluruh luka-Mu
Kuselipkan dosa dan niat tobatku
Untuk Engkau  bersihkan dan ampuni.***
Denpasar, Jumat 23 Peb 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU