JALAN SALIB MARIA 1
Jalan salibmu bunda
Berawal dari kabar mengejutkan
Saat Malekat Gabriel bertandang ke rumahmu
Mewartakan kabar gembira:
“Sesungguhnya engkau akan
mengandung
Dan melahirkan seorang anak
laki-laki
Dan hendaklah engkau menamai Dia
Yesus”
Engkau terkejut namun memahami
misteri Tuhan
Lalu engkau berserah:
“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah
padaku menurut perkataanmu itu”
Jalan salibmu bunda
Engkau teruskan dengan tetes keringat
Di saat mengandung putra sulungmu
Berjalan dari Yerusalem ke Hebron di pegunungan Yehuda
Mengunjungi saudaramu Elisabeth
Dan
engkau menerima salam terindah:
“Diberkatilah engkau di antara
perempuan
Dan diiberkatilah buah rahimmu”
Jalan salibmu bunda
Engkau bersama suamimu Yusuf
Berkorban mesti melakukan perjalanan jauh
Demi menyelamatkan buah rahimmu
Yang dibenci oleh Herodes
Jalan salib menunggang keledai
Dan ketika sampai di Betlehem
Engkau tak mendapat tumpangan
Tetapi Juru Selamat itu lahir
Dalam kesederhanaan di kandang
domba
Jalan salibmu bunda
Adalah mempersembahkan putramu ke
Bait Allah
Dan Simeon menimang Sang Putra Allah
Menatapmu dengan tatapan mata kenabiannya
Lalu berujar: “Sebilah pedang akan
menikam dirimu”
Engkau diam, engkau membisu
Sebab imanmu telah tumbuh dari
semula
Dan penyerahanmu sungguh tanpa syarat
Jalan salibmu bunda
Adalah kisah sedih mencari Putramu
Ketika paskah usai Putramu tertinggal di Bait Allah
Dan
ketika engkau menemukan dia
Engkau menerima kata-kata:
“Mengapa kamu mencari aku? Tidakkah
kamu tahu
Bahwa Aku harus berada di rumah
Bapak-Ku?
Engkau
tak kecewa atas peristiwa itu
Sebab engkau sungguh menyerah pada
kehedak Tuhan
Jalan salibmu bunda
Mengikuti Putra-mu yang menderita
Ketika Putramu berdoa di taman Getsemani
Dan Ia dalam sakraltumaut bermandikan keringat darah
Berdoa pada Bapa-Nya:
“Bapa, segala sesuatu mustahil
bagi-Mu
Singkirkanlah cawan ini dariku
Namun bukan kehendakKu yang terjadi
Melainkan kehendak-Mu” ***
Denpasar, 27 Maret 2018
Komentar
Posting Komentar