SINABUNG TERSENYUMLAH


Sinabung tersenyumlah

Sudahkan amarahmu
Bataskan kuasamu
Cukupkan dasyatmu
Karena anak negeri sudah terlalu lama
Kehilangan waktu
Untuk tertawa bersamamu

Sudah terlalu lama
Engkau mengguncang kediaman
Anak-anak keturunan
Yang tak bisa pisah darimu
Karna mereka tak mau lepas dari pelukmu
Sudah terlalu lama engkau menurunkan
Hujan debu dari rahimmu
Dan menyebar lidah api
Dari rongga dadamu

Sinabung tertawalah dalam ramah
Agar hutan kembali menghijau
Dan padi di sawah kembali menguning
Kebun jagung kembali berbunga
Dan rumpun bunga di lerengmu kembali mekar
Agar burung-burung kembali bertengger di puncakmu
Dan memuji ciptaan alam semesta

Sudah terlalu lama
Engkau membiarkan anak cucu lara
Larut dalam duka nestapa
Merebahkan tubuh pada selembar tikar
Meninabobokan bayi-bayi di pengungsian
Karna sudah tak punya istana
Tempat mereka bermain cinta

Sinabung kembalilah perkasa
Dalam wajah indahmu
Yang selalu menebar pesona
Dan ketika pagi datang
Matahari memancarkan harapan
Membawa keteduhan
Ketika bumi rebah di kelam malam
Cukup sudah amarahmu.***
Denpasar, 8 Juli 2015
Untuk sahabat-sahabatku di Tanah Karo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU