MATAHARI 2015





Kusongsong  engkau matahari terakhir
Engkau adalah butir-butir rahmat
Yang  senantiasa  lepas dari genggam Tuhan
Selalu datang tanpa senjata  tajam
Hadir tanpa  sebilah parang
Bertandang tanpa  sebatang tombak
Sebab  engkau bukan laskar suruhan
Untuk  mencerca  dunia
Memicu peperangan

Engkau  selalu datang di pagi  hari
Menemani  ayunan langkah anak dunia
Menyaksikan  semua laku tapa anak-anak  titipan
Menatap  bercak darah pada padang kebencian
Memandang perang yang membunuh rasa kemanusiaan
Menyaksikan  laku anak negeri yang bringas
Yang  turun ke jalan dan saling memangsa
Kutahu  engkau di atas langit merintih
Meski  engkau  tak pernah menyesali
Mencurahkan butir-butir sinar kasihmu
Kepada  semua  anak bangsa

Kusongsong matahari terakhir
Di bumiku  yang  belum ramah
Satu tahun  engkau datang di pagi hari
Terbenam  pada senja
Lalu esok  kembali lagi
Menyaksikan  dunia  kami yang tersobek
Oleh  tangan-tangan yang dipinjam  setan
Untuk  membunuh kehidupan
Atas nama  Ormas
Atas nama  suku
Atas nama  bangsa
Atas nama agama
Bahkan atas nama Tuhan
Kutahu  engkau menangisi
Tempat tinggal kami yang penuh luka

Ini hari terakhir  engkau datang
Mencurahkan cahaya keagunganmu
Menemani  langkahku  hingga  senja
Dan  esok  engkau datang
Ketika  tahun telah berganti
Terimakasih matahariku tahun 2015
Kunanti engkau  esok hari
Ketika dunia bergelora ucap: Selamat tahun Baru
Selamat  datang tahun 2016
Yang penuh msteri.***

Denpasar, 31 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU