SEPARUH BULAN SYAHDU




Seharusnya engkau masih ada di sini ibu
Menghitung setiap jejak yang kutulis
Menghapus air mata
Menyeka keringat
Dan menebarkan aroma mawar
Dari senyummu

Seharusnya engkau jangan pergi
Sebelum aku menunggang pelangi
Untuk menjadi diri sendiri
Karena jemari-jemarimu
Dan telapak tanganmu
Masih kujadikan alas kehidupan

Aku ini anak dara
Bunga yang sedang mekar
Seharusnya ada mata yang terus menatap
Dan hati yang mengasih
Menjaga kuncup-kuncup indah
Hingga waktunya dipetik
Dan engkau merelahkannya

Ibu, malam ini ada air mata
Mengalir dari bulir-bulir kerinduan
Seperti tahun-tahun yang lewat
Kau yang mengasah cinta
Setajam mata belati
Dan aku rebah di pelukmu
Ibu, ini kenangan bernas
Dalam sapuan air mata duka

Engkau pergi di awal Juli
Dan aku menghitung usia
Pada separuh bulan yang syahdu
Kau tinggalkan anak dara
Melanjutkan perjalanan
Adakah dari rumah abadi
Engkau mengulum senyum
Dan berucap:Selamat ulang tahun anakku?
Ibu, aku rindu
Di pelukmu
Di pangkumu
Di gendongmu
Yang hilang
Hitunglah air mataku
Karena suara sukma tak bisa dibohongi.***
Denpasar, 20 Juli 2015
Untuk seorang gadis di pulau seberang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU