HANYA SEGUMPAL DEBU


Ini tubuh berlumur dosa
Di hadapan-Mu ya Sang Maha Cinta
Ini jiwa luluh lantak dalam dekap kelemahan
Aku dahaga tanpa curahan  air rahmat
Dari air berkat-Mu yang tercurah dari langit
Dari pintu surga yang terbuka
Aku terpanggang kemarau kesombongan
Anak manusia yang penuh keangkuhan

Aku menanti curahan kasih-Mu
Sang  sumber hidup dan pengharapanku
Sebab sekujur tubuhku berbalut kelemahan
Aku tak punya kuasa apapun di hadapan-Mu
Ya  penguasa bumi dan  langit
Sepanjang dentang waktu siang
Aku menantikan belas kasih-Mu
Dan di waktu  malam kubiarkan berlalu
Dalam pengharapan atas kasih karunia-Mu

Doa-doa yang kuterbangkan ke langit
Kuharap menerobos masuk ke kemah-Mu
Ya Tuhan Sang pemilik kehidupan
Kuharap Engkau menampung di telapak-Mu
Dan namaku tertulis  jelas
Bersama litania dosa dan kesalahanku
Lalu Engkau menghapus dengan kuasa-Mu
Agar jiwaku  menjadi  terlepas dari jerat
Tipu daya  setan  yang tak pernah  diam
Menggoda  di sepanjang kesempatan

Ya Tuhan, jalan siarah iman telah datang
Beri aku  seutas kekuatan
Agar  dengan jiwa bebas
Turut menyusuri jalan salib-Mu
Menapaki  jalan-Mu ke bukit Kalvari
Turut merasakan hentakan cemetih
Lalu kutampung darah-Mu yang kudus
Untuk kubersihkan luka-luka jiwaku

Musim pertobatan  telah datang
Dan Engkau  menjadi andalanku
Kuharap Engkau melawatku
Pada setiap jengkal waktu
Karena aku tahu
Engkau dapat menimbang hidupku
Dan berapa dalamnya  cintaku
Pada kemurahan-Mu

Tuhanku, ini musim pertobatan
Telah  datang  menjamuku
Adakah Engkau datang di setiap saat
Melawat jiwa yang penuh kerapuhan
Lalu dengan kelembutan-Mu
Engkau membisik  kata cinta
Kata-Mu: Dosamu telah Kuampuni
Tuhan...aku merindu jamahan-Mu
Aku ini hanya segumpak debu
Meski selamanya  aku hamba-Mu.***

Denpasar, Menjelang Prapaskah 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU