LONTAR
Di pokok pohon lontar ini
Kutemukan jejakmu
Laki-laki tangguh
Perkasa telanjang dada
Hitam pekat dilumat mentari
Memijak bumi tanpa alas kaki
Kau laki-laki sejati
Di batang pohon lontar ini
Kutemukan tubuhmu
Bergelantungan pada subuh
dan senja
Kehidupan harian yang kau lakoni
Karena dari tetes-tetes nira
Kau bagikan kehidupan
Kepada istri dan
anak-anakmu
Di antara pelepah pohon lontar
ini
Kudengar lagi senandungmu
Menyukuri limpahan nira
sepanjang malam
Bermantra untuk kesuburan alam
Bersyukur untuk penyertaan
leluhurmu
Dan berdoa pada
kemahakuasaan Tuhan
Yang engkau imani dan
wariskan padaku
Pada helai daun lontar ini
Kutemukan potret wajahmu
Dengan sorot wajah tegas
Menyapa: Terbanglah anakku ke
pulau seberang
Tapi sekali pulang menengok
mesbah
Karena ari-arimu tinggal di
sini
Oh, aku rindu padamu
Lelaki penenun hidupku
Merindu belai tanganmu
Dan meneguk setetes nira
Dari irisan pisau tajam
Kau lelaki tangguh
Yang selalu mengisi relung
jiwaku
Selamanya!.***
Malapedho, 13 November 2015
Dipersembahkan untuk alm.
Arnold Denghe
Komentar
Posting Komentar