NGADHU





Leluhurku bukan  kaum berhala
Yang mendirikan mesbah-mesbah persembahan
Mengisi rahim  kampung kehidupan
Untuk diwariskan kepada anak cucu
Tidak, sekali lagi kukatakan tidak!
Mereka bukan kaum  penyembah yang sia-sia
Tetapi pencipta kehidupan
Yang lebih beradab
Lalu diwariskan
Untuk diteladani

Leluhurku menulis bahasa sukma
Pada setiap lakon yang dijalankan
Dengan upacara-upacara  kemanusiaan
Dan laku tapa yang  tulus iklas
Membangun perjanjian damai
Dengan torehan darah korban
Sujud  di bawah kaki  sang Ngadhu
Simpul pengikat  sekuat  tali penakar
Antara kebaikan dan kejahatan

Leluhurku  menanam  pohon kehidupan
Pada loka tanah kampung milik bersama
Suku-suku yang bertaqwa  padanya
Melukiskan nama pada  batang tak bernyawa
Untuk  tetap hidup pada segala musim
Dengan ritus-ritus mendebarkan
Dalam iringan  gong gendang
Dan hentak soka kaki penari  tua
Karena  leluhur selamanya tak pernah mati

Leluhurku  mewariskan ritus-ritus upacara
Agar bila musim pergantian tiba
Jangan sampai ada  yang bisu melafal mantra
Sebab  harkat  kemanusiaan harus terus tumbuh
Pada segala  masa di setiap kesempatan
Menanam kembali pohon kehidupan Ngadhu
Jika  aura pesona  telah larut dalam hukum alam

Di sini, di kampung  para leluhur bijak
Kau tak bisa berjalan dalam kesendirian
Karena  leluhurmu adalah obor dalam kegelapan
Dan upacara-upacara adalah  titah kebenaran
Ngadhu adalah sosok leluhur pendamai
Yang mengajar  tentang cara  menikmati kehidupan
Dalam  lingkaran persekutuan yang tak tergadaikan.***

Maghilewa, 12 November 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU