TUHAN DENGARKAN AKU




Tuhan aku tengah terbang
Menggapai pintu surgaMu
Untuk kusampaikan langsung padaMu
Bahwa di ujung malam ini
Aku perlu campur tanganMu
Menghapus gelisahku

 



Sebab sejuta kata yang telah kurajut menjadi doa
Dan telah kudaraskan padaMu
Terasa belum sampai ke tanganMu
Aku ingin menyerahkan litania jiwaku
Langsung ke genggam tanganMu
Dan berharap Engkau menimbang
Dalam kemahakuasaanMu

 



Bukakan pintu surgaMu
Aku ingin masuk dan mendekat ke tahtaMu
Bersujud di ujung kakiMu
Ingin kucium ujung jariMu
Dan mengharapkan ujung telunjukMu
Membasuh gelisahku

 



Tuhan aku tengah melayang-layang
Menggapai nirwanaMu
Aku ingin menembus batas
Antara bumi dan langit
Jika pintu surga masih tertutup
Aku ingin ada satu jendela terbuka
Agar aku boleh mengintipMu
Dan berharap Engkau menangkap bayangku

 



Sebab aku merasa doa-doaku sudah kering
Dan jiwaku semakin kelu tak punya kata lagi
Yang lahir dari batin yang lusuh
Bapa di surga aku kelu
Jiwaku semakin merana
Mungkinkah Engkau mendengar jeritku
Meski aku tak berteriak?

 



Beri aku jalan untuk keluar
Dari benteng kesulitanku
Karena aku ingin campur tanganMu
Beri aku satu butir iman lagi
Untuk menambah imanku yang sebesar biji sesawi
Agar aku mampu meresapkan peristiwa kehidupan
Sebagai roh anugerahMu

 



Tuhan maafkan aku
Karena aku mengeluh padaMu
Biarkan aku mencucuk ujung jariku
Pada luka lambungMu
Dan aku Kausembuhkan
Aku ingin tidur di telapak tanganMu
Dan Engkau balut diriku
Dengan rahmat kekuatan.***



Denpasar, menjelang pagi 24 September 2015



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU