NGADHA
Ini tanah (tana) warisan leluhur
Bertudung langit (lizu)
Beralas tanah (tana)
Tercipta dari batu mencair (watu
boto)
Terangkai dari tanah berlumpur
(tana lala)
Ditata tangan kuasa Dewa Zeta
(Tuhan di atas)
Ini bumi (tana) leluhurku
Tempat nenek moyang
bersemadi
Menyembah Dewa Zeta (Tuhan di
atas)
Bapak leluhur pertama
Menyanjung kuasa bawah bumi (Nitu
zale)
Hunian arwah ibu
leluhur utama
Ini bumi (tana) Ngadha
Bukan tanpa tuan
Leluhur-leluhur arif
mengatur
Agar keturunan tetap menyatu
Dalam kesatuan yang teratur
Saling merangkul
Bumi Ngadha adalah ibu
Tempat segala mahluk berpijak
Melahirkan dan memberikan
kehidupan
Memberi berkat melimpah
Menyalurkan yang baik
Kepada anak-anak keturunan
Ini tanah air kehidupan
Disuburkan dengan tapa laku
Dan upacara-upacara ritual
Dengan sesajen penghormatan
Pada Dewa Zeta dan Nitu Zale
Ini tanah Ngadha yang
sakral
Dirawat tangan-tangan leluhur
Dengan harmoni keagungan
Ini tanah (tana) kita Ngadha
Perisai pelindung rakyat
Pencurah kekayaan
Memancar keagungan dan kejayaan
Menumbuhkan keluhuran
Dalam keteguhan abadi
Anak-anak keturunan
Pemilik kemurnian hati nurani
Ini tanah titipan anak cucu
Yang harus diwariskan
Jangan kau kuras isi perut
bumiku
Dan jangan kau gadai demi rupiah
Sebab ketika melukai bumi
Ngadha
Kau menikam ibu utama
Rahim yang melahirkan
Kuharap kau harus makin
bijaksana.***
Bajawa, 10 November 2015
Komentar
Posting Komentar