SATU OKTOBER
Mengabdilah Tuhan dengan
cara yang kita mau
Biarkan kebebasan merambah
negeri kita bersama
Berikan kemerdekaan setiap
orang menemukan jalannya
Untuk dijadikan jembatan
menuju negeri terjanji
Jangan saling melukai
hanya karena agama kita berbeda
Tak usah saling memfitnah
karena iman kita beragam
Sebab kita hanya
satu ciptaan dari segumpal tanah liat
Di negeri ini kita dipayungi
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kita sama-sama manusia yang
berbeda dari ciptaan lain
Beda dengan tanah dan
air
Lain dengan flora dan
fauna
Kita diberikan akan budi untuk
berpikir tentang baik dan buruk
Nurani kita digerakkan untuk
merasakan getar cinta kasih
Dan jiwa kita dapat
dijadikan alat yang ampuh
Lahir sebagai manusia yang
berkeadilan sosial
Di negeri kita bersama Indonesia
Negeri kita seribu pulau
Bahasa kita sejuta makna
Budaya kita selaksa
warna
Itu semua harta milik kekayaan
kita
Yang harus dipertahankan bila
perlu dengan tetes darah
Dan tak boleh digadaikan
demi apapun kepada orang lain
Kita bangsa besar
yang direkat dalam bingkai bhineka tunggal ika
Berdiri tegak pada alas
kokoh persatuan Indonesia
Kita bukan bangsa liar
Negeri kita bukan
boneka mainan
Kita bangsa yang punya
harkat dan bermartabat
Kita punya
pemimpin-pemimpin
Kita punya wakil-wakil
Kita punya undang-undang dasar
Kita punya hukum dan peraturan
Kita rakyat yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
Dalam permusyawaratan perwakilan
Negeri kita semesta
luas
Pulau kita beribu
pesona
Laut kita biru membentang
indah
Tanah kita penuh humus
menyuburkan
Samudera kita berjuta
ikan dan bertabur mutiara
Kita punya sawah dan ladang
memberi bulir-bulir padi
Padang sabana kita
mengalirkan susu dari perut lembu
Kita bisa membangun
keadilan sosial bagi rakyat Indonesia
Ayo, singsing lengan bajumu
Bekerja untuk
menyokong negeri
Karena hidup hanya
menadah tangan sangat memalukan
Dan ada di Indonesia
hanya berteriak minta tolong adalah kekerdilan
Kita harus ambil bagian
dengan cara masing-masing
Untuk membangun Indonesia
negeri kita ini
Jadilah pembangun yang
berjiwa ksatria
Dan jangan menjadi
manusia yang merusak dan meruntuhkan bangsa
Mari berteriak: Indonesia jaya
selamanya
Di bawah payung
Pancasila.***
Denpasar, 1 Oktober 2015
Pada Hari Kesaktian Pancasila
Komentar
Posting Komentar