IBU AKU MERINDUMU SELALU





Aku telah memiliki kaki yang matang
Berlari di padang kehidupan
Meski tahu engkau di rumah
Dalam kesepian
Pada matahari menuju senja


Aku tidak bisa pulang
Untuk menghabiskan waktu
Menenun pada masa tuamu
Meski cintaku tetap membara
Dan tak bisa terhapuskan


Aku bukan buah rahimmu
Tapi cintamu padaku
Mengalir dari mata hatimu
Menyiram masa mudaku
Cinta mama pada anaknya


Mama ini aku di kejauhan
Berbatas pulau dan samudera luas
Berbenteng bukit dan gunung menjulang
Rinduku melesat pada langit biru
Kuharap menyinggahi rumah di Ngedukelu
Tempat engkau mengatupkan tangan
Mendoakan anakmu dalam kesendirian


Rinduku padamu adalah rindu anakmu
Ketika mata tak bisa berkedip
Hingga di ujung pagi
Aku ingin memelukmu
Meski hanya sepenggal doa
Tunggu aku mama
Aku pasti pulang.***


Denpasar, 13 Juli 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU