DI TAMAN RENUNGAN BUNG KARNO
Di Taman Renungan ini
Tempat di masa silam
engkau bertandang
Menyapa laut biru
Engkau pernah daraskan tanya
Adakah darah para pejuang
Menyuburkan tanah leluhur
Yang dirampas tangan-tangan
murka
Dari negeri seberang laut
Adakah selaksa jiwa bangkit
Menyandang senjata bambu runcing
Merebut kembali bumi
pewaris pribumi
Kisah pahlawan masa lalu
Yang tertulis di buku
sejarah negeri
Ketika engkau
terdampar di tanah Ende Lio
Pada setiap senja yang datang
Engkau tangkap angin laut sawu
Dan aroma asap dari
kepundan Gunung Ia
Di taman menghadap laut
lepas
Engkau lahirkan kata-kata
batiniah
Menjadi mantra
kehidupan
Anak-anak sebuah bangsa
merdeka
Sekarang engkau di
sini
Sendiri dalam sunyi
Tak ada karangan bunga di ujung
jarimu
Persis ketika negeriku
sedang mengenang
Butir-butir darah para pahlawan
yang tertumpah
Tapi ada sejuta burung pipit di
ranting beringin
Dengan bahasanya
menyanyikan himne pahlawan
Dan burung perkutut di
dahan Sukun
Mendaraskan syair gugur
bunga
Kutahu engkau menikmatinya
Kueja namamu Soekarno
Pahlawanku Proklamatorku***
Taman Renungan Bung Karno Ende,
10 November 2015.
Komentar
Posting Komentar