SERAUT WAJAH DI KAPEL SANTA FAMILIA





Yang  kutangkap di dinding-dinding kapela ini
Adalah raut wajahmu Padre
Pengabdi  yang tak merasa lelah
Mendaki bukit dan menuruni jalan terjal
Bumi lain dari Nederlands kampung halamanmu
Kau setia menapak  jalan pengabdian
Hingga masa hijrah pun tiba
Dan di ujung candi kapela hari ini
Masih ada namamu:Coen Classes

Yang kutangkap  di dentang lonceng
Adalah  suara kotbahmu Padre
Ketika anak-anak  lereng bukit
Turun dari ladang di minggu pagi
Bertelanjang dada tanpa baju
Duduk di deretan bangku paling depan
Dan setelah  misa  berebutan masuk sakristi
Untuk mendapat sisa anggur cinta
Dan berkat dari tanganmu

Yang kuingat di tempat ini
Adalah Gereja tua Padre
Yang berdinding bilah kayu
Dan lantai dari batu alam
Karya pendahulumu
Yang kami sapa Misionaris
Gereja tua yang roboh
Ketika bencana  datang
Setelah engkau pulang

Yang  kubayangkan di halaman  ini
Adalah kuda hitammu Padre
Dan engkau adalah penunggangnya
Yang kekar perkasa dengan topi keboi
Lalu  anak-anak kampung berebutan
Memegang kekangnya dan mengelus dahinya
Sebelum menambat di bawah pohon jeruk
Untuk istirahat  satu malam
Sebelum pulang ke tepi pantai

Setiap kali  aku di sini
Yang kulihat  raut wajahmu Padre
Ketika  engkau memberkati langkahku
Memulai jalan ziarah ke luar rahim tanah lahirku
Dan meresap pesan-pesanmu
Jadilah  anak manusia yang setia pada imanmu
Sekarang  aku sebut namamu:Coen Classes
Aku masih setia  seperti yang engkau harapkan.***

Di Kapel St. Familia Maghilewa, 12 November 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU