KEPADA KAE TINA




Kutulis kembali butir-butir kata doa
Yang  lama tersimpan pada kedalaman sanubari
Ketika  hari ini  umat satu jagat
Mengenang arwah kalian yang pergi
Dan setelah engkau menanam seutas tali kebajikan
Kepada  kekasih-kekasih
Yang kini menunggu waktu untuk pulang

Aku  berlari  jauh ke suatu masa
Ketika  anak lelaki tumbuh  bagai kecambah
Dan  matahari menerpa membakar nyaris layu
Ketika jiwa tergoncang saat kehilangan cinta
Engkau turun dari  bukit  hijau
Memainkan  kecapi dalam irama kehidupan
Dengan senyum  seorang  ibu
Dengan kasih seorang kakak
Menyembuhkan luka-luka batinku

Kau perempuan pejuang
Pemilik hati seluas dunia
Mengajar  tentang apa arti  kehidupan
Memberi  warna  ketika kumerasa  hidup ini pudar
Dan melantunkan doa-doa  kesuburan
Ketika  imanku tandus
Dan memelukku  dengan lembut
Ketika aku gagal dalam panggilan
Sambil  berbisik: Adikku, kau harus tabah!

Saat ini adalah rindu pertemuan
Ketika  belaian jiwamu  membutuhkanmu
Di sini, ketika siang dan malam  kubersamanya
Ah, ka’e…seandainya engkau masih  disini
Ingin kulihat kalian berdua bersanding
Untuk membagi rasa sakit
Untuk saling menyembuhkan
Yah…ini hanya  sebuah kerinduan
Rindu dari adikmu yang pernah kau sayangi

Ka’e Tina…kutahu dari surga
Engkau melihat keseharian kami
Doakan suamimu
Doakan anak-anakmu
Doakan adikmu
Kami semua rindu  meski suatu saat nanti
Kita pasti bersua di tempat yang sama
Tetapi sekarang biarkan rindu kami
Menyatu dengan  doa-doa kami
Kutahu dari sana  engkau tersenyum.***

Denpasar, 2 November 2015
Untuk Kakakku Yustina B Kelen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU