DOA PADA SEBUAH JEJAK
Doa Pada Sebuah Jejak
Ini doa yang kupungut dari
sisa-sisa reruntuhan
Bangunan sekolah yang telah lama
hilang
Ketika tak ada lagi pelangi
melingkar lereng gunung
Dan para laskar harus eksodus ke
pinggir laut
Agar lebih pintar melihat dunia
Di seberang pulau-pulau yang
lebih menawan
Kutahu di tanah ini tertanam
banyak jejak kaki
Para pengabdi dari semua penjuru
alam
Yang meninggalkan
negeri penuh manna
Untuk pengabdian tulus di
lereng gunung
Menebar ragi kehidupan
Membagi anggur
harapan
Di tanah ini masih tertulis
Jejak-jejak anak desa
bertelanjang dada
Duduk berderet pada bangku bambu
reot
Tanpa kertas dan pensil
Menulis dengan kalam
di batu tulis
Atau turun ke tanah bermain
dengan debu coklat
Bayang-bayang wajah para pengabdi
Melekat di ranting-ranting
cengkeh
Tak ada rona lelah membosankan
Meski sunyi memeluk pada
siang dan malam
Setia mengajar
anak-anak sahaja
Agar pintar membaca dan
menulis
Dari tanah ini generasi tua kami
dilahirkan
Belajar berhitung di gubuk
sederhana
Agar bisa menantang alam
Menguasai bumi agar
memberinya hidup
Menjadi penunggu kampung
leluhur
Atau pergi memetik
bulan di rahim kota
Tanah ini adalah sejarah
Yang melahirkan anak-anak
cerdas
Yang pergi ke kota dan menebar
ilmu
Menjadikan anak-anak kota sebagai
pelita
Yang bercahaya
menyambut jamannya
Sehingga kehidupan menjadi
berbuah
Dari bongkahan tanah ini
Lahir generasi yang
mengerti dunia
Dan menjadi rajawali yang tak
bisa diam
Terbang ke kota-kota jauh
Berladang di tengah
perubahan
Dan kembali ke sini sekedar
menengok
Yang tinggal di sini adalah
kenangan
Bahwa pada kurun waktu tertentu
Kita pernah bermain kelereng di
belakang sekolah
Sebelum gong dipalu dan
kita masuk kelas
Mendengar guru mengisahkan
sejarah perjuangan
Dan memekikkan rasa: Indonesia!
Hari ini aku mengenangmu
Pahlawan yang pernah
mendidikku
Di tanah ini telah tumbuh subur
Roh kebajikan
anak-anak sahaja
Yang menoreh setiap
pilihan hidup
Sebagai anak-anak yang
merdeka.***
Di bekas tanah SDK Inerie
Maghilewa, 12 November 2015
Komentar
Posting Komentar