SUATU PAGI DI CORNELIUS
Kau sungguh memukau
Memanahku dengan senyum
Dan matamu seperti pelita
Menyilaukan jiwa
Kau begitu mempesona
Senyummu sehangat
matahari
Menerjang pada bingkai
kesepian
Dan tanganmu yang terulur
Meneteskan darah dari
bekas luka
Kau oleskan damai di
jiwaku
Kau tikam aku dengan
cinta
Meski Engkau tahu
Aku menikamMu dengan dosa
Yang tak tertakarkan
Ah…Kau begitu setia.***
Gereja Cornelius Madiun
Awal Oktober 1988
Komentar
Posting Komentar