PADA GERBONG KERETA ITU






Suatu Malam di Stasiun kereta api Madiun
Engkau memanahku
Dan aku terbang  melayang
Terhempas di Tegal Arum
Lalu aku menangkap
Matanya
Senyumnya
Wajahnya
Meski mungkin kebetulan

Engkau telah menggiringku
Kembali kepada malam-malam
Menikmati nyanyi siamang
Di hutan tepi waduk
Yang pernah suatu saat aku singgahi
Dan  kami jatuh dari atap surga
Kutahu bukan engkau dalam lakon  itu
Karena  kisahnya  sudah lama dalam kuburan

Oh  malam  yang memukau
Aku  mendekap angin
Kubiarkan engkau  menyapu sukmaku
Dan  engkau hilang
Pada gerbong  duapuluh
Matamu telah menghukumku
Dan aku  berdamai dengannya
Dengan doa
Dengan sesal
Dengan metanoia.***

Stasiun KA Madiun, Maret  1987

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU