ODE UNTUK GERSON
Kau pucuk cendana
Semerbak harum
Pada padang tanah gersdang
Kau bunga lontar
Pada sabana Pulau Rote
Telah kau teteskan roh kehidupan
Mewarisi doa-doa jiwa
Pada sepanjang perjalanan Yang telah
kau lalui
Pada namamu
Bunga cengkeh di tanah kita
Rumput hijau di sabana
Telah engkau abadikan
Dalam sejuta kata penuh makna
Kau wariskan mantra-mantra sakral
Dalam buku kehidupan
Seusia jalan hidupmu
Kau adalah kisah kehidupan
Tidak hanya tentang dirimu
Tetapi tentang musim kemarau di tenggara
Juga tentang tanah basah
Di pulau tempat ibu mengedan
Dan ari-arimu ditanam
Dengan potongan upacara
Dan lantunan doa syukur kelahiran
Kau burung perkasa
Dari bumi nusa tenggara
Matahari yang terus bersinar
Memancarkan cahaya pengabdian
Memantulkan sinar kesetian
Telah kau wariskan kata tuah
Untuk direnungkan anak cucumu
Dan melukis wajahmu di tanah leluhur
Untuk disiarahi generasi pengagummu
Perjalananmu telah sampai di batasnya
Senjamu telah berakhir
Ziarahmu telah berbuah
Kau telah menabur benih keagungan
Menebar buah-buah pena permenungan
Dan hari ini engkau pulang
Kepada keabadian
Selamat jalan Gerson Poyk
Opa,ayah, guru dan sahabatku.***
Bunga cengkeh di tanah kita
Rumput hijau di sabana
Telah engkau abadikan
Dalam sejuta kata penuh makna
Kau wariskan mantra-mantra sakral
Dalam buku kehidupan
Seusia jalan hidupmu
Kau adalah kisah kehidupan
Tidak hanya tentang dirimu
Tetapi tentang musim kemarau di tenggara
Juga tentang tanah basah
Di pulau tempat ibu mengedan
Dan ari-arimu ditanam
Dengan potongan upacara
Dan lantunan doa syukur kelahiran
Kau burung perkasa
Dari bumi nusa tenggara
Matahari yang terus bersinar
Memancarkan cahaya pengabdian
Memantulkan sinar kesetian
Telah kau wariskan kata tuah
Untuk direnungkan anak cucumu
Dan melukis wajahmu di tanah leluhur
Untuk disiarahi generasi pengagummu
Perjalananmu telah sampai di batasnya
Senjamu telah berakhir
Ziarahmu telah berbuah
Kau telah menabur benih keagungan
Menebar buah-buah pena permenungan
Dan hari ini engkau pulang
Kepada keabadian
Selamat jalan Gerson Poyk
Opa,ayah, guru dan sahabatku.***
Denpasar, 24 Pebruari 2017
Komentar
Posting Komentar