KEMBALI KE 16 MEI 1992



Hari ini satu genggam sejarah 
Kita tulis bersama
Sejak waktu itu: 16 Mei 1992
Mencatat tentang detik ke detik yang kita lewati
Tentang menit ke menit yang kita lalui
Tentang jam ke jam yang kita susuri
Tentang hari ke hari yang kita jalani
Tentang tahun ke tahun yang kita songsong

Kita jalani berdua
Dalam suka dan duka
Dalam untung dan malang
Di saat sakit dan sehat
Kita berdua membangun istana cinta
Di Altar Katedral kota Padang
Diikat seutas janji:
Yang dipersatukan Allah
Tak terceraikan manusia
Kecuali kematian

Kita berteduh di Jalan Berok
Mendaki bukit Siti Nurbaya
Menghitung gulungan ombak Air Manis
Menangkap hembusan angin Teluk Bayur
Pada detak jantung cinta
Cinta kita berdua

Cinta yang kita bawa ziarah
Pada kehijauan kebun kakao Kinali
Pada rumah tua Baleharjo
Pada pondok ilalang Malapedho
Pada Sa’o Meze Maghilewa
Pada kota sejarah Ende
Pada kota debu Maumere
Dan atas nama cinta
Kita bertahta di Bajawa

Kita bercinta pada bilah rumah bambo
Menanti buah cinta dalam rahimmu
Di catatan 31 Oktober 1994
Atas nama cinta engkau mengerang
Di rumah bersalin kota dingin Mataloko
Anak laki anugerah Yang Maha Pengasih
Kita tandai dengan air baptis
Dengan meterai nama Martinus Reswan Agwika Deghe

Kita bertiga kembali berziarah
Ketika benih cinta tidur di rahimmu
Sejenak mengasoh
 
Di rumah tua Baleharjo
Menyinggahi Purwodadi
Lalu kita menyusuri jalan Jogya-Denpasar
Ketika cabang bayi delapan bulan
Lelap dalam rahimmu

Kita berteduh di rumah sahabat Blasius
Lalu bersanding di rumah kos Patimura
Sejarahpun kembali kita toreh
Malam 7 Maret 1998
Buah cinta menghias ruang kos
Ia diurapi air baptisan
Dan meteraikan nama Vitalis Arnoldus Prasetya Thena

Kita berempat saling mencinta
Pada tangis riuh ratusan babi
Di kandang bau amis Tangeb
Berteduh sejenak di rumah sosial Abianbase
Dan membangun tahta pondok bambo di Taman Bunga

Duapuluh tiga tahun
Kita telah menimba pengalaman
Pahit manis kehidupan
Seribu uluran tangan sesama
Telah menguatkan iman
Membuat kita kokoh berdiri
Di atas wadah sakramen perkawinan
Terimakasih Cicilia Mesti Sumiwi
Tulang rusukku yang kugenggam kembali
Dengan bahasa cinta dan kesetiaan

Tuhan, jika Engkau mau
Biarkan kami saling mencintai
Sampai pada batas waktu
Kami harus kembali padaMu
Denpasar, 16 Mei 2015
Pada HUT ke-23 Perkawinan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU