LUPA


Kau telah lupa
Bahwa tanah ini cuma titipan
Yang harus diwariskan lagi  
Kepada pemilik yang sesungguhnya  
Sampai batas waktu 
Yang tak ditentukan
Tapi kau terlalu tamak 
Lalu punahkan jejak-jejak leluhur

Kau tawarkan peradaban baru 
Sambil berteriak: Ini jaman modern
Dan hidup tak bisa lagi
Hanya jalan di tempat
Kau rumuskan dalil-dalil 
Biar masuk akal dan bisa dimengerti
Bahwa hidup harus beradaptasi
Dengan tuntutan jaman
Lalu kau tiduri bumi
Seperti meniduri pelacur di gedung megah

Kau telah lupa 
Titipan seribu kata bijak
Dari selaksa leluhur
Yang mata dan hatinya tetap terjaga
Merintih menyaksikan tanah airnya
Dilacuri kuasa dan uang

Aku tahu kau tak akan menangis 
Tak menyesal tanahmu hilang
Tidak terusik ketika kau harus terpental
Dari sangkar leluhurmu
Jawab tanyaku: Tidak malukah engkau
Ketika kau menjadi asing di tanahmu sendiri?***

Denpasar 18 Pebruari 2017



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU