KEPADA KARTINI MASA KINI




Sejarah telah berlalu
Seratus tigapuluh enam tahun
Ketika jiwa remaja meradang
Menerjang balutan kelam
Putri pingitan istana

Ketika hatimu merontak
Ingin berlari di padang luas
Dan seperti burung belibis
Terbang melintas benua
Menabur sejuta angan
Engkau perlu waktu
Memetik kenenangan

Itu jamanmu
Entahkah kebebasan yang tertindas?
Karena perempuan dililit temali
Dan engkau tak bisa mengayuh langkah
Menghitung kaum yang tertindas?
Penamu menari di wajah bulan
Menulis jeritan sukma
Menabur sejuta kata pada dunia
Kau menyentak:
Beri aku istana megah
Dengan pintu dan jendela
Yang terbuka lebar-lebar
Kau mengurai kelam
Dan perempuan bermadah:
Merdeka!

Sesudah seratus tigapuluh enam tahun
Perempuan dianiaya
Perempuan komoditi dagang
Perempuan melacur
Perempuan dirajam
Perempuan dipancung
Perempuan diperkosa
Perempuan diceraikan
Perempuan didiskriminasi

Ah, ketika kegelapan sirna
Lalu terbit terang
Perempuan-perempuan abad ini
Kembali ke istana
Menutup pintu dan jendela
Agar mereka lebih merdeka
Menjadi korban peradaban.***
Denpasar, Hari Kartini 21 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU