SUARA DEMOKRASI DI ARENA KONGRES






Ini suara demokrasi
Berkibar di kebas angin reformasi
Bukan  suara pejuang parlemen jalanan
Ketika bedil menyalak dan mereka tersungkur
Menggeliat dan berteriak: Merdeka!
Sebelum meregang nyawa
Ah, itu memang sejarah kelam
Yang kini mulai dilupakan

Suara demokrasi  di pulau ramah
Tempat seribu kongres berjalan aman
Ini lembaran penuh makna
Tentang kemenangan dalam pertarungan
Dan episode kekuasaan
Seperti menepuk dada: Ini aku!
Ayo, tunduk dan patuh
Kalau tidak, keluar!

Nahkoda kapal tertunduk
Tak berkutik di sorot mata tajam
Sang pemilik kuda tunggang
Garang ingin menerjang
Dengan kepalan tangan
Dan suara lantang: Tak senang silahkan minggir!

Di balutan bendera merah menyala
Pemegang kemudi diam membisu
Mendengar orasi curahan hati
Yang terlontar dari podium:Tegakkan!
Sekali lagi tegakkan
Ada senyum tipis di bibir penguasa negeri
Mungkin ia geli digelitik
Lalu tenggelam di demokrasi setengah hati
Hingga kongres usai.***

Denpasar, 11 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU