AKU MUAK
Aku mulai jenuh
Muak dengan tingkahmu
Kau terlalu banyak berteriak
Di saat negeri telah lama merdeka
Di waktu tanah ini damai
Kau tampak berlebihan
Membela kebenaranmu
Dengan merendahkan martabatku
Muak aku melihatmu
Menjulur lidah penuh bisa
Menyembur ludah fitnah
Mendaraskan kata luka
Yang mengalir dari hati buta
Tercipta dari jiwamu yang membantu
Sampai hilang sudah kemanusiaanmu
Kau terlalu banyak teriak
Teriakanmu yang tak bersahabat
Dan kau menjadi peminta-minta
Benar-benar cengeng
Kau undang jiwa-jiwa yang resah
Untuk bersekutu denganmu
Lalu kau menari di atas lukanya
Sambil berteriak: Tuhan...Tuhan! Aku mulai jenuh melihat tingkahmu
Kau terlalu mudah berbohong
Dan Tuhan kau jadikan komoditi
Kau benturkan Tuhan antara ciptaanNya
MenggiringNya untuk berpihak padamu
Dan berharap agar Ia menghukumku
Padahal aku ini ciptaanNya
Ah...aku benar-benar muak.***
Denpasar, 22 Pebruari 2017
Muak aku melihatmu
Menjulur lidah penuh bisa
Menyembur ludah fitnah
Mendaraskan kata luka
Yang mengalir dari hati buta
Tercipta dari jiwamu yang membantu
Sampai hilang sudah kemanusiaanmu
Kau terlalu banyak teriak
Teriakanmu yang tak bersahabat
Dan kau menjadi peminta-minta
Benar-benar cengeng
Kau undang jiwa-jiwa yang resah
Untuk bersekutu denganmu
Lalu kau menari di atas lukanya
Sambil berteriak: Tuhan...Tuhan! Aku mulai jenuh melihat tingkahmu
Kau terlalu mudah berbohong
Dan Tuhan kau jadikan komoditi
Kau benturkan Tuhan antara ciptaanNya
MenggiringNya untuk berpihak padamu
Dan berharap agar Ia menghukumku
Padahal aku ini ciptaanNya
Ah...aku benar-benar muak.***
Denpasar, 22 Pebruari 2017
Komentar
Posting Komentar