KEPADA RIMBAWATI





Kuharap kau mendengar
Bisik alam di tengah malam ini
Ketika kota kita tak pernah pulas
Dan bulan tersenyum
Bintang-bintang melantunkan madah
Sudah terpejamkah matamu
Atau kau masih terkesan
Kisah asmara di pematang sawah
Di tepi sungai keruh
Di bawah rumpun bambu
Tadi sore saat matahari tertawa?

Tengah malam bertabur rindu
Membelai rambutmu
Sambil berbisik sejuta cinta
Menunggang angin lalu terbang
Ke puncak gunung
Dan  kita berpesta
Sebelum mengakhirinya
Dengan doa tobat

Kuharap esok
Sorot matamu masih bening
Dan senyummu masih merekah
Menumbuhkan kecambah  harapan
Bahwa pada waktunya
Kita dua akan  membangun istana
Tempat  penyerahan berteduh
Ah, ini rindu seutas malam
Menunggu esok
Dan kau kupanah.***

Madiun, Juni 1987

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU