TUHAN AJARLAH AKU RENDAH HATI
Tuhan,
aku pikir Engkau itu aneh
Malam ini Engkau merendahkan diri
Membasuh kaki para rasulMu
Padahal Engkau Raja
Seharusnya Engkau duduk di tahta
Dan para rasul melayaniMu
Engkau bisa memerintah mereka
Menyiapkan roti paling gurih
Dan Anggur paling segar
Dan perjamuan pun lebih meriah
Mengapa Engkau tak melakukannya?
Malam ini Engkau merendahkan diri
Membasuh kaki para rasulMu
Padahal Engkau Raja
Seharusnya Engkau duduk di tahta
Dan para rasul melayaniMu
Engkau bisa memerintah mereka
Menyiapkan roti paling gurih
Dan Anggur paling segar
Dan perjamuan pun lebih meriah
Mengapa Engkau tak melakukannya?
Tuhan,
aku pikir Engkau itu aneh
Raja mau menanggalkan jubah
Merendahkan diri di hadapan rakyat
Sampai membasuh kaki mereka
Seharusnya Engkau duduk di tahta
Dan para rasul bergiliran membasuh kakiMu
Karena kakiMu adalah kaki Raja
Mengapa tidak Engkau lakukan itu?
Raja mau menanggalkan jubah
Merendahkan diri di hadapan rakyat
Sampai membasuh kaki mereka
Seharusnya Engkau duduk di tahta
Dan para rasul bergiliran membasuh kakiMu
Karena kakiMu adalah kaki Raja
Mengapa tidak Engkau lakukan itu?
Tuhan,
aku pikir Engkau itu aneh
Biarpun Petrus protes Engkau tak peduli
Engkau katakan:
Apa yang Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang
Tapi engkau akan mengertinya kelak
Engkaupun tak peduli pada penolakan Petrus:
Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya
Aneh, Engkau tetap teguh
Untuk apa Engkau merendahkan diriMu?
Biarpun Petrus protes Engkau tak peduli
Engkau katakan:
Apa yang Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang
Tapi engkau akan mengertinya kelak
Engkaupun tak peduli pada penolakan Petrus:
Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya
Aneh, Engkau tetap teguh
Untuk apa Engkau merendahkan diriMu?
Tuhan,
aku pikir Engkau itu aneh
Tapi kata-kataMu membuka tabir:
Jikalau Aku tidak membasuh engkau
Engkau tidak mendapat bagian dalam Aku
Engkau Guru dan Tuhanku
Guru yang mengajar saling melayani
Bukan dengan kata-kata saja
Tetapi dengan perbuatan nyata
Tapi kata-kataMu membuka tabir:
Jikalau Aku tidak membasuh engkau
Engkau tidak mendapat bagian dalam Aku
Engkau Guru dan Tuhanku
Guru yang mengajar saling melayani
Bukan dengan kata-kata saja
Tetapi dengan perbuatan nyata
Oh
Guruku, Oh Tuhanku
Aku rindu Engkau hadir di musim ini
Mengajar dunia untuk saling membasuh
Sebab perang masih berkecamuk
Pembunuhan masih berlangsung
Pembantaian belum reda
Kejahatan terus mengakar
Kebencian masih bernyala
Kekerasan merajalela
Dan nyawa ciptaanMu
Seperti tak punya harga lagi
Aku rindu Engkau hadir di musim ini
Mengajar dunia untuk saling membasuh
Sebab perang masih berkecamuk
Pembunuhan masih berlangsung
Pembantaian belum reda
Kejahatan terus mengakar
Kebencian masih bernyala
Kekerasan merajalela
Dan nyawa ciptaanMu
Seperti tak punya harga lagi
Oh
Guruku, Oh Tuhanku
Aku rindu Engkau ada di segala waktu
Mengajar anak-anak negeri tercinta
Untuk mencintai kehidupan
Sebab tipu daya masih ranum
Dan kejujuran mulai punah
Negeri kami ditabur makanan berformalin
Digenangi sari kelapa pupuk urea
Dicekoki kikil kimiawi
Ditaburi serbuk narkoba
Dijilati arak oplosan
Negeri kami yang hilang hati
Aku rindu Engkau ada di segala waktu
Mengajar anak-anak negeri tercinta
Untuk mencintai kehidupan
Sebab tipu daya masih ranum
Dan kejujuran mulai punah
Negeri kami ditabur makanan berformalin
Digenangi sari kelapa pupuk urea
Dicekoki kikil kimiawi
Ditaburi serbuk narkoba
Dijilati arak oplosan
Negeri kami yang hilang hati
Oh
Guruku, Oh Tuhanku
Ajarlah aku menjadi pelayan
Meski tak ada harta yang dapat kubagikan
Kikis sikap egois kami
Dan tanamkan benih cinta kasih
Ajarlah aku menjadi pelayan
Meski tak ada harta yang dapat kubagikan
Kikis sikap egois kami
Dan tanamkan benih cinta kasih
Oh
Guruku, Oh Tuhanku
Ajarlah para pemimpin bumiku
Supaya menjadi pelayan bukan pecundang
Supaya menjadi pengasuh bukan penguasa
Supaya melayani bukan dilayani
Supaya rendah hati bukan gila kuasa
Supaya mampu menghapus air mata duka rakyat
Dan pandai membuat rakyat tersenyum
Dalam ketakberdayaan.***
Ajarlah para pemimpin bumiku
Supaya menjadi pelayan bukan pecundang
Supaya menjadi pengasuh bukan penguasa
Supaya melayani bukan dilayani
Supaya rendah hati bukan gila kuasa
Supaya mampu menghapus air mata duka rakyat
Dan pandai membuat rakyat tersenyum
Dalam ketakberdayaan.***
agust g
thuru
Kamis Putih di Gereja Kepundung 2 April 2015
Kamis Putih di Gereja Kepundung 2 April 2015
Komentar
Posting Komentar