DI BIBIR TELAGA




Kemarin aku ke sini
Berdiri di bibir telaga
Menghitung deru musim hujan
Lelaki mengayuh biduk
Dan perempuan membasuh wajah
Di air keruh

Hari ini aku kembali
Berdiri di bibir telaga
Menghitung deru musim kemarau
Lelaki duduk menyangga cinta
Dan perempuan berbaring
Di pangkuannya
Kemarau April membakar telaga
Mata air yang hilang
Sampah organik hilir mudik
Bermain dengan arus berbagai penjuru
Menyebar racun kimiawi
Dan ikan-ikan mengasoh di liangnya

Telaga ini kebanggaan anak dewata
Yang seharusnya dipelihara
Oh karya tangan Sang Hyang Widhi Wasa
Dimusnahkan tangan-tangan terkutuk
Hingga tak lagi bernyawa untuk kehidupan
Masa depan bumiku

Hai kau, kau dan kau...
Kembalikan telagaku seperti dulu
Berlimpah air di segala musim
Agar ikan-ikan bermain cinta
Dan berbirahi untuk anak cucu
Agar masih ada ceritera yang tak pernah punah.***
Danau Buyan, 6 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU