DOA DI JALAN ZIARAH

Entah masih berapa lama
Jalan ziarah mesti kami dijalani
Mengalami  saat-saat duka
Merasakan detik-detik duka
Mengecap kisah-kisah manis
Menelan pengalaman pahit getir

Biarkan kami tiada gelisah
Biarkan tubuh dan jiwa
Masuk ke relung doa
Berserah pada kemahakuasan-Mu
Sebab tak sedetikpun
Engkau menjauh
Cinta-Mu mendekap kami
Tak berkesudahan

Jalan ziarah  masih terbentang
Berujung di mana kami tak tahu
Berakhir kapan juga misteri
Tetapi iman penuh harapan
Bahwa  pada akhirnya
Mesti ada muara  yang dituju
Tempat mengasoh abadi
Kekal   selamanya bersama-Mu

Ketika hari-hari terus berlari
Waktu yang terus beranjak
Menit dan detik  terus berganti
Selalu ada  gong peringatan
Bahwa  sejarah hidup
Tak pernah kembali ke masa kecil
Selalu mengalir ke masa depan
Dan mendekat ke kemah-Mu

Sebab  setelah kelahiran
Ada sekian lama kesempatan didapat
Untuk menimba sejuta pengalaman
Membenah diri untuk arif
Membentuk jiwa untuk bijaksana
Mengakarkan iman untuk tangguh
Agar berani menerjang rintangan
Dan berani menolak godaan

Tuhan...
Kami menekurkan kepala
Merundukkan jiwa dan membuka hati
Mencerahkan pikiran
Dan membuka  pintu dan jendela iman
Agar Engkau  masuk dan berkarya
Menjadikan kami  alat-Mu
Bagi pembaharuan dunia

Bukakan telinga kami
Untuk  mendengar suara-Mu?
Bukakan hati kami
Untuk membiarkan Engkau masuk
Menjadi senjata dan kekuatan
Agar kami  berani mewartakan
Bahwa kebenaran  dari-Mu
Sungguh menyelamatkan

Tuhan...
Jadikan  kami tabernakel-Mu
Agar tak sedetik pun Engkau jauh
Biarlah Engkau sendiri mengajarkan
Apa arti membela kebenaran
Memperjuangkan keadilan
Pada-Mu  jalan ziarah ini
Kami persembahkan
Untuk kemuliaan-Mu
Amin***

agust g thuru
Denpasar, Pebruari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU