MADIUN


 

Aku belajar dari sejarah negeri

Tentang engkau

Kota berlumur darah

Tentang kisah pengkhianatan

Dan perlawanan

 

Hari-hari merindu bersulam

Di bawah kolong langit

Membaca  jejak-jejak  jaman

Menghitung sisa-sisa mesiu

Mencatat bongkahan meriam

Yang tertinggal dari  masa peperangan

 

Aku tidak datang untuk bertarung

Dengan masa lalumu

Aku datang untuk mencari masa depan

Menyusun jiwa raga

Menjadi  sang bijak

Entah untuk berapa lama

 

Madiun peluklah aku

Anak kelana dari sejuta pesiarah

Di rahimmu aku tumbuhkan benih

Untuk  merebut  kehidupan

Aku tak mau kalah lagi

Untuk kesekian kalinya.***

 

Madiun awal Juli  1986


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU