RAKYAT




Rakyat adalah selaksana penari ulung
Mengikuti irama gendang
Tabuhan tangan para orator
Yang mengumbar janji
Dari panggung percaturan

Rakyat adalah berjuta keping hati
Tulus tersentuh isi pidato
Yang tercipta dari bibir berbusa
Tentang janji perubahan
Tentang esok yang mesti lebih beradab

Rakyat adalah selaksa wajah penuh harap
Yang diajak para pemegang pelampung
Berenang di lautan warna warni
Lautan merah dan kuning
Lautan hijau dan biru
Yang kata mereka
Adalah lautan pembebasan

Rakyat adalah selaksana wajah malaekat
Yang diarak turun ke jalan
Mengitari padang luas
Berkerudung langit
Dan matahari bersahabat
Selama pesta belum usai

Dan setelah pesta berakhir
Dimanakah kau rakyat?
Pondokmu digusur
Gerobakmu dibakar
Pasarmu dipagar
Kios depan rumahmu disegel

Para penabuh tambur tak lagi ramah
Karena tarianmu sudah tak diperlukan
Dan janji cuma pemanis
Tarif listrik naik
Bensin melonjak
Harga sembako ke ujung langit

Rakyat, oh rakyat!
Tarianmu tak lagi berharga
Peluhmu telah dilupakan
Kecuali engkau harus sadar
Lima tahun lagi kau akan jadi raja.***
Denpasar, 21 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU