SENANDUNG PAGI UNTUK PAKDE


 Pak De...kutahu saat ini kau lagi galau
Kau tampak gelisah sekali
Begitu gelisahnya sampai kau lupa  
Kontrol diri dan atur kata-kata 
Kau lesatkan serampangan saja isi hatimu 
Lewat media sosial atau konferensi pers  
Aku sedih melihatmu gelisah 
Maka kutulis sajak ninabobo ini  
Untuk sekedar menidurkanmu  
Menghilangkan galau yang melumatmu


 
Tidurlah Pak De....tidurlah... Setelah sepuluh tahun engkau pasti lelah
Menduduki tahta pilihan rakyat
Mengusung slogan-slogan perubahan
Dengan tekadmu memusnahkan tikus-tikus berdasi
Yang doyan mencuri beras di lumbung rakyatmu
Dan kau gagal Pak De
Penjarahan membuatmu terperangah
Kau pasti sangat kelelahan
Butuh waktu banyak untuk tidur
 
Maka tidurlah Pak De...tidurlah...
Aku akan meninabobomu
Seperti ibuku meninaboboku
Saat aku bayi di desa terpencil
Di Flores yang pernah kau kunjungi
Tidurlah saja agar kau tak terusik
Cibiran dan sindiran berjuta rakyat
Yang menyimpan catatan kegagalanmu

Biarkan kami menaruh harapan
Pada nahkoda yang sedang memegang kemudi kapal
Membawa kami berlayar ke tujuan
Tanpa tangis dan air mata cengeng
Pak De......tidurlah saja Pak De.....
Sebab ketika kau terus melek mata
Kau tampak cengeng
Minta dikasihani dan dibelai-belai
Minta dikawal demi keselamatan nyawa

Ah.....Pak De eee.......
Waktu sudah berlalu dan akan terus berlalu
Tak bisa kembali ke masa kejayaanmu
Maka tidurlah Pak De.....tidurlah.....
Aku akan meninabobomu
Dengan sejuta kata penuh mantra
Agar mimpimu bukan ke gerbang penjara.***

Denpasar, 8 Pebruari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU