BALADA PENGKHIANATAN
Hari ini
wajah-wajah pengkhianat
Dibalut sutra putih meta
Wajah penuh harapan
Dengan senyumnya merekah
Membentang selendang warna-warni
Di setiap jengkal perjalanan Sang Raja
Dibalut sutra putih meta
Wajah penuh harapan
Dengan senyumnya merekah
Membentang selendang warna-warni
Di setiap jengkal perjalanan Sang Raja
Mulut
manis tiada henti berdendang
Hosana, hosana, hosana
Entah berapa puluh kali terucap
Dari bibir yang tak lelah
Menebar bau anggur merah
Sambil berteriak histeris
Terpujilah Engkau
Hosana, hosana, hosana
Entah berapa puluh kali terucap
Dari bibir yang tak lelah
Menebar bau anggur merah
Sambil berteriak histeris
Terpujilah Engkau
Hari ini
sejuta wajah lembut
Mengiring Sang Raja Damai
Wajah penuh harapan
Bahwa esok hari adalah saatnya
Mereguk kenikmatan duniawi
Raja akan menuangkan anggur
Ke dalam kekosongan hidupnya
Membuat pulas dalam tidurnya
Mengiring Sang Raja Damai
Wajah penuh harapan
Bahwa esok hari adalah saatnya
Mereguk kenikmatan duniawi
Raja akan menuangkan anggur
Ke dalam kekosongan hidupnya
Membuat pulas dalam tidurnya
Hari ini
sejuta jiwa
Melambaikan daun palma
Pada ruas jalan kehidupan
Menjadi laskar gagah perkasa
Raja menunggang keledai betina
Melambaikan daun palma
Pada ruas jalan kehidupan
Menjadi laskar gagah perkasa
Raja menunggang keledai betina
Ah,
wajah-wajah itu
Wajah kami manusia
Yang akan geram dan garang
Turun ke jalan salibNya
Dan berteriak "Salibkanlah Dia"
Wajah kami manusia
Yang akan geram dan garang
Turun ke jalan salibNya
Dan berteriak "Salibkanlah Dia"
agust g
thuru
Minggu Palma, 29 Maret 2015
Minggu Palma, 29 Maret 2015
Komentar
Posting Komentar