PUISI UNTUK PRESIDEN JOKO WIDODO




Bapak Presiden yang terhormat
Maaf bila aku kurang ajar
Tapi aku harus memberitahumu:
Jutaan rakyat terperangkap kemiskinan
Jurang kaya dan miskin kian menganga
Negara dilanda bencana
Dari sini aku mengelus dada
Sambil berseru: Lindungi kami!

Negara berlumur darah
Bukan darah perjuangan
Tetapi darah manusia saling benci
Propaganda perbedaan terus disebarkan
Menyuburkan kebencian mematikan keragaman
Anak-anak bangsa saling menggasak
Solidaritas dan kesetiakawanan sekedar basa-basi
Dari sini aku mengelus dada
Sambil berseru: Lindungi kami!

Tangan-tangan koruptor merajalela
Penjarahan ada di mana-mana
Pelacuran merambah rumah penginapan
Penjualan manusia seakan lumrah
Aborsi sudah dipandang hal biasa
Perkosaan kian menakutkan
Perampokan jadi hantu siang bolong
Dari sini aku mengelus dada
Sambil berseru: Lindungi kami!

Negara penuh pesona
Kini darurat narkoba
Racun mematikan berdatangan
Dari berbagai penjuru dunia
Menjadi pembunuh berdarah dingin
Anak-anak dalam bayang baur
Terbenan dalam cengkraman kuku drakula
Tak punya masa depan lagi
Dari sini aku mengelus dada
Sambil berseru: Lindungi kami!

Negeri ini digempur pemburu harta
Yang mencampur aduk makanan dengan formalin
Menjajakan bangkai ayam goreng
Membungkus narkoba dalam kue lapis
Menawarkan kerupuk kikil tengik
Menjual beras putih pewarna kimia
Dari sini aku mengelus dada
Sambil berseru: Lindungi kami!

Bapak Presiden yang tercinta
Kembalikan negeri kita ke jalan yang benar
Hentikan aliran lahar racun mematikan
Yang mengalir dari kepundan hati kaum biadab
Hentikan hantu kejahatan jalanan
Basmi tangan-tangan setan perusak
Beri kami negeri yang damai
Agar bebas mencari nafkah
Karena kami cuma para buruh
Yang tak punya senjata
Dan mobil anti peluru
Untuk melindungi nyawa.***
Senin “May Day” 1 Mei 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU