DARAH ANAK BANGSA



Darah Anak bangsa tertumpah di negeri para pemilik lahan kerja
Darah yang mengalir dari tiang gantung
Saat mereka harus menjalani hukum pancung
Setelah tak lagi berdaya dililit gurita hukum

 
Mereka tak bisa bersuara lantang karena mulutnya telah dibekap
Oleh kekuasaan uang dan jabatan

Darah beribu anak bangsa yang tergadaikan
Oleh kemiskinan di tanah airnya sendiri
Ketika di negeri sendiri 

Tak tersedia ladang yang luas
Tempat mereka menanam impian dan harapan


Mereka bertarung antara kebaikan dan kejahatan
Antara kelembutan dan kekejaman majikan

Darah yang tertumpah di negeri tetangga
Menjerit  melukiskan kisah pedih
Yang dipancung tanpa belas kasih 


Mereka pulang ke tanah ibu 

Setelah jadi jasad yang kaku
Sambutan tangis dan doa-doa semesta
Tak dapat lagi membuatnya tersenyum
Sebab kematian bagi mereka telah abadi***


Denpasar 21 Maret 2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU