KEMBALIKAN BALIKU
Aku rindu Bali
Ketika pagutan rasa membumi
Mengayun langkah di pantai Sanur
Mencipta jejak pasir putih
Tanpa sampah bertebaran
Tanpa beton pemecah ombak
Pulau memancar cahaya surga
Bumi teduh berjuta cinta
Mengakar di lubuk sukma
Anak negeri Dewata
Cengkrama di riak ombak
Di laut bening harum jepun
Di pasir putih wangian dupa
Aku rindu.....
Ketika pagutan rasa membumi
Mengayun langkah di pantai Sanur
Mencipta jejak pasir putih
Tanpa sampah bertebaran
Tanpa beton pemecah ombak
Pulau memancar cahaya surga
Bumi teduh berjuta cinta
Mengakar di lubuk sukma
Anak negeri Dewata
Cengkrama di riak ombak
Di laut bening harum jepun
Di pasir putih wangian dupa
Aku rindu.....
Aku rindu Bali
Ketika di kaki ibu pertiwi
Perkasa Pulau Serangan
Nelayan mengayuh jukung
Meliuk dari hutan bakau Suwung
Sejuta penyu bersanding di purnama
Lantunan doa sejuta umat
Menyebar rahmat dari Pura Sakenan
Untuk kesuburan negeri
Aku rindu....
Aku rindu Bali
Ketika pucuk-pucuk mangrove
Berbunga jutaan kokokan
Bersiul di musim migrasi
Hutan bakau memapar hijau
Biawak santai di rantingnya
Kuntul melayang di angkasa
Tanpa jeratan aroma tengik
Dari gunung sampah ciptaan warga kota
Aku rindu....
Sanur dulu telah hilang
Dikepung beton perkasa
Ciptaan tangan penguasa
Meski matahari
Masih terbit dari timur
Pulau Serangan dulu hilang
Dibenam padas dan tanah kapur
Ciptaan tangan pemodal
Meski rumah Tuhan masih perkasa
Hutan mangrove Suwung
Terkikis gunung sampah
Menebar aroma tengik
Dan burung-burung terserang sesak napas
Dikepung beton perkasa
Ciptaan tangan penguasa
Meski matahari
Masih terbit dari timur
Pulau Serangan dulu hilang
Dibenam padas dan tanah kapur
Ciptaan tangan pemodal
Meski rumah Tuhan masih perkasa
Hutan mangrove Suwung
Terkikis gunung sampah
Menebar aroma tengik
Dan burung-burung terserang sesak napas
Cukup sudah sampai di sini
Jangan teruskan caramu
Mengebiri kebesaran Bali
Karena sejuta hati sedang menangis
Pada tubuh Ibu Bali
Yang teriris sembilu investor
Hai kau...
Kembalikan Baliku
Apa adanya.
Jangan teruskan caramu
Mengebiri kebesaran Bali
Karena sejuta hati sedang menangis
Pada tubuh Ibu Bali
Yang teriris sembilu investor
Hai kau...
Kembalikan Baliku
Apa adanya.
Denpasar, 8 April 2015
Komentar
Posting Komentar