MERINDU KENINGMU



 

Aku merindu keningmu
Perempuan lereng gunung
Engkau yang istirahat panjang
Pada rerimbunan daun cengkeh
Dan di desau angin pegunungan
Yang  berpagutan dengan hening

Aku merindu  aroma tubuhmu
Dan butir-butir keringat yang mengalir
Dari rongga ketulusan
Aku merindu cintamu
Perempuan di peristirahatan abadi
Karena meskipun engkau pergi
Cintamu  masih tinggal  selamanya
Di setiap jengkal perjuanganku

Ibu, aku merindu keningmu
Untuk kudaratkan ciuman
Merindu  bola matamu
Yang  mendaratkan cinta tanpa batas
Sambil  melafal aksara: Anakku!
Aku merindumu pada doa malam
Yang begitu terasa sunyi.***

Taman Asri, 19 November 1988

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU