LAMENTASI NEPAL
Sabtu kelabu melilit negerimu
Duapuluh lima april menoreh kisah tragis
Gempa megathrust meluluhlantakkan kotamu
Berjuta sahabat bersimbah air mata
Jerit pedih perih menembus reruntuhan
Wajah-wajah terperangkap kerangka baja
Tertindih patahan beton penyangga
Hingga kalian tak berdaya
Duapuluh lima april menoreh kisah tragis
Gempa megathrust meluluhlantakkan kotamu
Berjuta sahabat bersimbah air mata
Jerit pedih perih menembus reruntuhan
Wajah-wajah terperangkap kerangka baja
Tertindih patahan beton penyangga
Hingga kalian tak berdaya
Mayat-mayat sesama bergelimpangan
Ini beribu saudara yang hilang
Direnggut kuasa alam ganas
Daun-daun berguguran
Bunga-bunga layu sebelum mekar
Kelopak mata terpejam abadi
Jiwa yang pulang ke haribaanNya
Diiringi deru nafas pedih
Selaksa sukma penghuni jagat
Ini beribu saudara yang hilang
Direnggut kuasa alam ganas
Daun-daun berguguran
Bunga-bunga layu sebelum mekar
Kelopak mata terpejam abadi
Jiwa yang pulang ke haribaanNya
Diiringi deru nafas pedih
Selaksa sukma penghuni jagat
Perempuan-perempuan berwajah kusam
Mengais bekas reruntuhan
Berteriak di ujung kepedihan:
Di mana suamiku?
Di mana anak-anakku?
Di mana ibuku?
Di mana saudara-saudaraku?
Desiran angin di atas kepala
Tak memberi jawab
Karena sudah tahu
Mereka telah kembali
Mengais bekas reruntuhan
Berteriak di ujung kepedihan:
Di mana suamiku?
Di mana anak-anakku?
Di mana ibuku?
Di mana saudara-saudaraku?
Desiran angin di atas kepala
Tak memberi jawab
Karena sudah tahu
Mereka telah kembali
Lelaki-lelaki berkulit legam
Berlari menyusur Jalanan Katmandhu
Berteriak di ujung harapan:
Di mana istriku?
Di mana anak gadisku?
Di mana anak lanangku?
Mega hitam di atas langit
Diam membisu
Karena sudah mengerti
Hidup yang telah berakhir
Berlari menyusur Jalanan Katmandhu
Berteriak di ujung harapan:
Di mana istriku?
Di mana anak gadisku?
Di mana anak lanangku?
Mega hitam di atas langit
Diam membisu
Karena sudah mengerti
Hidup yang telah berakhir
Anak-anak berwajah sendu
Merintih di siang terik
Berteriak menyebut nama:
Ayah di mana engkau?
Ibu, di mana engkau?
Kakak di mana engkau?
Adik di mana engkau?
Air mata bercucuran
Membasah bumi bisu
Meratap kehilangan
Hening tanpa jawaban
Merintih di siang terik
Berteriak menyebut nama:
Ayah di mana engkau?
Ibu, di mana engkau?
Kakak di mana engkau?
Adik di mana engkau?
Air mata bercucuran
Membasah bumi bisu
Meratap kehilangan
Hening tanpa jawaban
Oh Nepal, oh Katmandhu
Deritamu adalah lamentasi*)
Terbang melintas seluruh benua
Membangunkan berjuta sesama
Menemani dalam tirakat duka
Deritamu derita dunia
Air matamu air mata dunia
Pedihmu pedih dunia
Kamu tidak sendirian
Karena bumi kita adalah bangsa
Yang selalu punya hati
Untuk berbagi
Dalam suka dan duka
Deritamu adalah lamentasi*)
Terbang melintas seluruh benua
Membangunkan berjuta sesama
Menemani dalam tirakat duka
Deritamu derita dunia
Air matamu air mata dunia
Pedihmu pedih dunia
Kamu tidak sendirian
Karena bumi kita adalah bangsa
Yang selalu punya hati
Untuk berbagi
Dalam suka dan duka
Aku punya rasa
Berbagi denganmu
Dan tetes air mata
Adalah ucapan belasungkawa
Karena aku tak mampu
Mengirim seikat mawar dukacita
Kita jauh meski dekat di hati
Nepal kusebut kau dalam doaku.***
Berbagi denganmu
Dan tetes air mata
Adalah ucapan belasungkawa
Karena aku tak mampu
Mengirim seikat mawar dukacita
Kita jauh meski dekat di hati
Nepal kusebut kau dalam doaku.***
Doa tengah malam Selasa 5 Mei 2015
Kepada saudara-saudaraku di Nepal
Kepada saudara-saudaraku di Nepal
*) Lamentasi = lagu sedih
Komentar
Posting Komentar