LITANI GURU - GURUKU


Mengenang Guru

Hari ini aku menyusuri jalan panjang
Menghitung jejak-jejak pengabdian guru
Yang pernah menjewer telingaku
Dan merotani betisku
Menghukumku berlutut di terik matahari
Karena ia tidak sekedar ingin aku pintar
Tapi mau supaya aku punya budi pekerti

Kususuri kampung Maghilewa di lereng Inerie
Menghitung jejak pengabdian sang guru
Satu nama indah: Valentinus Wangu
Menuntunku enam tahun di sekolah dasar
Dengan hentakan dan bentakan bahasa cinta
Yang mengacungkan jempolnya
Ketika usai aku membaca karangan
Dan mendaraskan pujian
Ketika usai aku melantunkan puisi
Memelukku dengan sayang
Ketika aku lulus ujian akhir
Dan membisikkan:
Selamat berjuang anakku

Aku kembali mengitari kota Bajawa
Menghitung jejak pengabdian sang guru sejati
Di Sanjaya ada sejuta kenangan
Jejak kaki para pengabdi
Jejak kaki Nikolaus Ruma
Jejak kaki Paulus Sebo Lalu
Jejak kaki Paulus Go
Jejak kaki Mikael Wonga
Jejak kaki Dominikus Ngao
Jejak kaki Yohanes Ngebu
Jejak kaki Yakobus Botha
Jejak kaki Andreas Balo
Jejak kaki Petrus Nuka
Jejak kaki Philipus Tolo
Jejak kaki Yoseph Rawi
Dan jejak kaki…ah, maafkan aku guruku
Karena aku tak ingat lagi namamu

Hari ini aku mengenang Ende
Mencari jejak guruku di SPG negeri Ende
Meski hanya setahun aku berlabuh padamu
Maafkan aku para guru
Karena tak sempat mengingat namamu

Aku mengitari Maumere
Mencari jejak di SPGK Don Bosco
Papan namamu sudah berubah
Don Bosco hanya kenangan
Tapi jejak pengabdian guruku
Masih terlukis indah
Jejak kaki Lukas Lusi
Jejak kaki Kayes Carvalo
Jejak kaki Casianus da Chunca
Jejak kaki Agustinus Wisu
Jejak kaki Veronika Lara
Oh, maafkan aku:
Karena aku tak bisa ingat
Wajah semua guruku

Aku mencari jejak guru
Yang telah mencerdaskan anak kampungku
Jejak kaki Hendrikus Ria
Jejak kaki Nikolaus Tuda
Jejak kaki Leonardus Nono
Jejak kaki Arnoldus Wea
Maafkan aku para guru
Jika aku tak mengingat lagi
Nama besarmu

Terimakasih untuk Pengabdian
Yang menghantarku ke masa kini
Menjadi seperti saat ini
Terimakasih untuk berjuta guru negeriku
Yang tiada lelah menuntun anak bangsa
Menjadi dirinya sendiri***
Selasa 2 Mei 2014
Hari Pendidikan Nasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU