JALAN PULANG

Ini hari terakhir engkau menulis cerita
Tentang hati dan kehidupanmu
Dalam ragamu yang diam
Engkau goreskan sejarah
Dengan ujung jarimu
Menulis cinta tentang negerimu
Pada daun lontar sabana
Di tanah air nusa tenggara


Jalan ziarah telah kau awali
Ketika gerbang rahim ibunda
Menjadi pintu surga yang terbuka
Mengantarmu berlari mengejar angan
Pada lekak lekuk tanah Namodale
Hingga urat kakimu kuat seperti batang lontar
Dan urat lenganmu kenyal seperti batang cendana
Engkau menjadi petarung ulung
Dengan hasrat yang tak pernah surut


Engkau memulai petualangan
Mengayuh sampan kehidupan
Mengarungi lautan lepas
Karena di tanah Namodale
Mesti ada catatan sejarah
Yang harus diwariskan pada anak cucu
Dan engkau adalah sejarah
Yang tak pernah bisa terhapuskan


Ziarahmu adalah lontaran pengabdian
Yang tumbuh mengakar di tanah nusantara
Engkau telah menaburkan wangian cendana
Pada lekak-lekuk bumi negeri kita
Menulis kisah cinta di lereng gunung
Bercumbu dengan sabana
Menggoreskan cerita di ngarai dan lembah
Tentang anak-anak jaman
Mendupai kehidupan yang dahaga
Untuk mengerti betapa bernilainya kehidupan


Ini hari terakhir engkau merangkai kata
Tentang kehidupan yang tak sia-sia
Dan tentang kematian yang penuh makna
Engkau telah jalani ziarah panjang
Dari gerbang rahim ibu sampai gerbang ibu bumi
Engkau telah taburkan benih kebajikan
Untuk harta warisan yang tak pernah punah
Hari ini telah kau temukan jalanmu pulang
Pulanglah Gerson karena kami sudah iklas.***

Denpasar, 28 Pebruari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU