MENYUSUR MALAM





Aku menghitung waktu
Merangkak dalam kegelapan
Malam yang ditakdirkan
Untuk semua yang di sini
Pulau para dewata

Pada sejengkal hening
Kususun kembali patahan-patahan angan
Menjadi bejana menyimpan kenangan
Biar esok pagi ada cerita kepada matahari
Bahwa malam ini indah untuk dinikmati

Aku mau menyusuri malam ini
Hingga litania bait terakhir
Meski tanpa lentera
Karena mata batinku belum redup
Sampai esok pagi

denpasar yang gulita 21 maret 2015 jam 19.00 wita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU