IN MEMORIAM GURU PIUS BATE
Mengawali catatan ini saya berterima kasih kepada ka'e Domi Mere Wea yang menayangkan status tentang kepergian pak Pius Bate untuk selamanya. Memori saya pun kembali ke era 1977- 1979.
Saya menyelesaikan pendidikan di SPGK ST. DON BOSCO Maumere Juni 1977. Setelah itu saya pulang ke kampung Maghilewa Desa Inerie Kecamatan Aimere waktu itu sebelum mekar. Tidak ada tujuan jelas mau kerja apa di kampung. Yang penting pulang ke Maghilewa.
Namun setelah sampai di Maghilewa niat menjadi guru kembali membara.
Pada suatu hari Jumad saya ke Aimere dengan tujuan ke pasar. Namun
langkah saya dituntun ke rumah paman Antonius Madha seorang PNS di
Kantor Camat Aimere.
Dalam pertemuan itu om Anton Madha bertanya kepada saya.
" Tinus engkau sudah tamat SPG?"
" Sudah om"
" Mau kerja di mana?"
Tidak tahu lagi om"
" Engkau mengajar saja. Di SMP Jaramasi perlu guru."
Saya pun disuruh om Anton Madha untuk bertemu dengan kepala sekolah. Saya mengikuti apa yang disuruhnya. Kepala sekolah yang mau saya temui itu adalah Pak Pius Bate.
Saya bertemu pak Pius Bate di Kantor SMP Jaramasi yang sekomplek dengan SDN AIMERE.
" Tamat SPG dimana?" Tanya pak Pius.
" SPGK ST. Don Bosco Maumere"
" Kami perlu guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pak Tinus bisa mengajar?", tanya dia.
" Oh bisa pak", jawabku.
Terus terang kalau bahasa Indonesia itu mata pelajaran yang paling saya senang. Apa lagi saya senang menulis puisi dan cerpen. Tapi kalau bahasa Inggeris, cuma sedikit tahu. Tapi saya kira harus mencoba.
" Pak Pius, kalau bahasa Indonesia ok. Bahasa Inggeris agak susah."
" Sambil mengajar sambil belajar."
Keesokan harinya saya sudah menjadi guru SMP Jaramasi. Saat mengajar baru dua kelas. Di kelas II ada nama-nama murid yang saya ingat sepetti Alex Rani, Yuli Dhena, Lena Dhone, Domi Ngewi, Alo Beo, Lorens Raga, Arnol Wou, Beci Sutoto, Esi Foa, Flora Rabu, dan lain-lain.Guru muda saat itu Rofinus Ria, Leo Sebo, Martha Belu dan lain-lain.
Saya hanya dua tahun mengjar lalu pindah ke SMP PACAKARSA MALAPEDHO. Tapi saya punya kesan kepemipinan pak Pius Bate yang berkarakter, tegas dan berwibawa. Dia sungguh seorang guru dan sekaligus teman bagi parab guru dan juga teman bagi para siswa.
Sejak 1979 saya tidak pernah bertemu dengannya. Hari ini saya dapat kabar via status ka'e Domi Mere Wea, Guru Pius Bate telah kembali ke keabadiam. Selamat jalan Guru, istirahat kekal di surga. Jasamu dikenang para bekas muridmu.***
Denpadar, 11 Pebruati 2019
Dalam pertemuan itu om Anton Madha bertanya kepada saya.
" Tinus engkau sudah tamat SPG?"
" Sudah om"
" Mau kerja di mana?"
Tidak tahu lagi om"
" Engkau mengajar saja. Di SMP Jaramasi perlu guru."
Saya pun disuruh om Anton Madha untuk bertemu dengan kepala sekolah. Saya mengikuti apa yang disuruhnya. Kepala sekolah yang mau saya temui itu adalah Pak Pius Bate.
Saya bertemu pak Pius Bate di Kantor SMP Jaramasi yang sekomplek dengan SDN AIMERE.
" Tamat SPG dimana?" Tanya pak Pius.
" SPGK ST. Don Bosco Maumere"
" Kami perlu guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pak Tinus bisa mengajar?", tanya dia.
" Oh bisa pak", jawabku.
Terus terang kalau bahasa Indonesia itu mata pelajaran yang paling saya senang. Apa lagi saya senang menulis puisi dan cerpen. Tapi kalau bahasa Inggeris, cuma sedikit tahu. Tapi saya kira harus mencoba.
" Pak Pius, kalau bahasa Indonesia ok. Bahasa Inggeris agak susah."
" Sambil mengajar sambil belajar."
Keesokan harinya saya sudah menjadi guru SMP Jaramasi. Saat mengajar baru dua kelas. Di kelas II ada nama-nama murid yang saya ingat sepetti Alex Rani, Yuli Dhena, Lena Dhone, Domi Ngewi, Alo Beo, Lorens Raga, Arnol Wou, Beci Sutoto, Esi Foa, Flora Rabu, dan lain-lain.Guru muda saat itu Rofinus Ria, Leo Sebo, Martha Belu dan lain-lain.
Saya hanya dua tahun mengjar lalu pindah ke SMP PACAKARSA MALAPEDHO. Tapi saya punya kesan kepemipinan pak Pius Bate yang berkarakter, tegas dan berwibawa. Dia sungguh seorang guru dan sekaligus teman bagi parab guru dan juga teman bagi para siswa.
Sejak 1979 saya tidak pernah bertemu dengannya. Hari ini saya dapat kabar via status ka'e Domi Mere Wea, Guru Pius Bate telah kembali ke keabadiam. Selamat jalan Guru, istirahat kekal di surga. Jasamu dikenang para bekas muridmu.***
Denpadar, 11 Pebruati 2019

Komentar
Posting Komentar