CATATAN PADA SUATU SENJA
Kita menghitung matahari
Pada ujung senja
Lalu merancang
waktu
Untuk terbang menuju
istana
Lalu berpesta tanpa
batas waktu
Sambil menatap
sungai keruh
Kau bilang: Cinta itu
sejuta helai rambut
Tak sanggup untuk
diperhitungkan
Dan lenguh sapi
dari tengah sawah
Menggiring kita ke
kandang iman
Senja terus merangkak
Kita masih menghitung
nafas
Yang tertahan di
setiap tapak langkah
Sebab tak ada
putusan akhir
Ketika jalan panggilan
masih dipertahankan
Kau terlalu tulus
Untuk digiring ke sabana
cinta
Karena hidupmu adalah
pilihan
Satu jawaban teguh
Bahwa nazarmu harus
dipertahankan
Mari kita pulang
Karena matahari sudah
terbenam
Dan pada hening
malam
Kita selipkan
doa-doa penyesalan
Untuk Tuhan dengarkan.***
Madiun, Akhir September
1988
Komentar
Posting Komentar