PEREMPUAN PENYAPU JALAN




Ini milik siapa?
Manusia di negeri kaya raya
Rakyat dari negara merdeka
Yang punya tambang emas
Punya sumur minyak
Punya galian batubara
Adakah dia ini menikmati?

Sepanjang hari
Ia terseok-seok
Menyusuri jalanan kota
Tempat mobil mewah lalu lalang
Dan para penumpangnya
Mengotori jalan dengan sampah
Perempuan renta menadah tangan
Bukan minta belaskasihan
Tetapi itulah kehidupannya

Di gedung dewan
Para wakilnya bertengkar
Sampai banting kursi dan balikkan meja
Katanya, demi perut rakyat yang diwakilinya
Adakah perempuan renta dalam hitungan?
Atau hanya sekedar promosi?
Karena ia tetap di jalanan
Terseok-seok dibakar matahari siang

Ini milik siapa?
Jika mereka di atas bisu dan tuli
Aku berharap padamu matahari
Bersahabatlah dengannya
Agar tubuh rengkuhnya kuat
Menyelesaikan waktu yang tersisa
Di jalanan kotaku.***
Siang yang terik, senin 6 april 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU