WAE SUGI
Batu-batu hitam perkasa
menjelajah waktu
Bercumbu dengan buih putih ombak
laut Sawu
Kerikil-kerikil bertebaran
di pasir coklat
Membungkus kisah masa lalu
Ketika bocah laki-laki dan
perempuan
Bermain ombak dalam
telanjang
Tanpa titik-titik noda
Waesugi menyimpan sejarah
Anak-anak lereng gunung
Yang jedah bersekolah
Karena harus mencabut rerumputan
Menanam kacang ijo tuan guru
Bercengkrama di pantai bening
Sebelum pulang lagi ke
bukit sunyi
Pantai kenangan masa
Ketika perahu-perahu nelayan
membuang sauhnya
Dan suara pedagang merayu pembeli
Pasar desa yang mati
Melukis kenangan pada
tonggak tersisa
Mengisahkan kejayaan yang terbang
hilang
Sumur tua telah terbenam
Beringin perkasa telah
tercerabut
Tetapi di bebatuan perkasa itu
Torehan wajah anak-anak dara
Masih memanah perjaka
dengan lirik mata
Mungkin akan tercatat sepanjang
jalan siarah
Waesugi di senja ini
Pesonamu tak pernah mati
Meski ombak ganas
mendera pantaimu
Oh lautmu dan sejuta kisahmu
Pasti akan tetap abadi
Mengucap salam selamat datang
Setiap pesiarah
menyinggahmu.***
Wasugi, Senj 11 November
2015
Komentar
Posting Komentar