KEPADA TUAN BARACK OBAMA
Tuan presiden Amerika Barrack
Obama
Hari-hari ini presidenku melawat negerimu
Aku harap engkau mengerti negeri kami
Karena masa kecilmu kau ada di sini
Aku harap kau tak bertanya-tanya tentang kabut asap
Yang negeri kami ekspor ke mana-mana
Karena topik itu sangat memalukan
Aku tak mau presidenku kehilangan muka
Di depan rakyatmu
Hari-hari ini presidenku melawat negerimu
Aku harap engkau mengerti negeri kami
Karena masa kecilmu kau ada di sini
Aku harap kau tak bertanya-tanya tentang kabut asap
Yang negeri kami ekspor ke mana-mana
Karena topik itu sangat memalukan
Aku tak mau presidenku kehilangan muka
Di depan rakyatmu
Tuan presiden Barrack Obama
Kuharap engkau menjamu presidenku
Dengan makanan seperti yang kau nikmati
Saat di Jakarta dulukala itu
Sambil bernostalgia tentang Indonesia
Tapi tolong jangan tanya soal Aceh Singkil
Biarlah cukup kami bangsa Indonesia yang tahu
Bahwa pancasila di negeri kami yang pernah kau hafal
Telah diperkosa nilai keagungannya
Kuharap engkau menjamu presidenku
Dengan makanan seperti yang kau nikmati
Saat di Jakarta dulukala itu
Sambil bernostalgia tentang Indonesia
Tapi tolong jangan tanya soal Aceh Singkil
Biarlah cukup kami bangsa Indonesia yang tahu
Bahwa pancasila di negeri kami yang pernah kau hafal
Telah diperkosa nilai keagungannya
Tuan presiden Amerika Serikat
Kuharap engkau tak tanya-tanya pada tuan presidenku
Mengapa hutan dan lahan gambut dibakar
Mengapa gajah dan harimau dibunuh
Mengapa manusia hutan terancam punah
Mengapa anak-anak bangsa mati sesak nafas
Sebab konglomerat dibutuhkan negeri kami
Untuk mendatangkan bakul-bakul dolar
Meski dengan menggadaikan harga diri
Kuharap engkau tak tanya-tanya pada tuan presidenku
Mengapa hutan dan lahan gambut dibakar
Mengapa gajah dan harimau dibunuh
Mengapa manusia hutan terancam punah
Mengapa anak-anak bangsa mati sesak nafas
Sebab konglomerat dibutuhkan negeri kami
Untuk mendatangkan bakul-bakul dolar
Meski dengan menggadaikan harga diri
Tuan presiden Amerika yang mulia
Kuharap engkau tak tanya-tanya pada presidenku
Soal kerukunan beragama di Indonesia
Karena kami punya pancasila
Punya slogan bhineka tunggal ika
Yang hanya diucapkan di bibir
Dan tak diresapkan dalam hati
Negeri kami bukan negara agama
Tetapi kerukunan hanya basa-basi
Karena pembakaran dan pengejaran demi agama
Masih berlanjut dan mungkin akan terus berlanjut
Kuharap engkau tak tanya-tanya pada presidenku
Soal kerukunan beragama di Indonesia
Karena kami punya pancasila
Punya slogan bhineka tunggal ika
Yang hanya diucapkan di bibir
Dan tak diresapkan dalam hati
Negeri kami bukan negara agama
Tetapi kerukunan hanya basa-basi
Karena pembakaran dan pengejaran demi agama
Masih berlanjut dan mungkin akan terus berlanjut
Tuan presiden Barrack Obama
Tanyakan kepada presidenku
Bangsa mana yang mengulurkan tangan
Agama mana yang memberi hati
Ketika tsunami meluluhlantakkan Aceh
Bagian dari negeriku Indonesia
Presidenku pasti akan menjawab
Karena ia punya daftar kemanusiaan
Yang diwariskan oleh pemimpin terdahulu
Tanyakan kepada presidenku
Bangsa mana yang mengulurkan tangan
Agama mana yang memberi hati
Ketika tsunami meluluhlantakkan Aceh
Bagian dari negeriku Indonesia
Presidenku pasti akan menjawab
Karena ia punya daftar kemanusiaan
Yang diwariskan oleh pemimpin terdahulu
Aku berharap kejujuran pemimpinku
Agar rakyatnya yang fanatik segera mengerti
Bahwa masalah hidup tak bisa dipikul sendiri
Tuan Barrack Obama kami perlu dunia
Dan menjadi bagian dari dunia milik kita semua.***
Agar rakyatnya yang fanatik segera mengerti
Bahwa masalah hidup tak bisa dipikul sendiri
Tuan Barrack Obama kami perlu dunia
Dan menjadi bagian dari dunia milik kita semua.***
Denpasar, 26 Oktober 2015
Komentar
Posting Komentar