PEREMPUAN BERNAMA FRANSISKA WULA

Kau perempuan dalam hidupku
Dari rahim putihmu
Kau hadirkan aku ke dunia
Menghidupkan aku dengan air susumu
Yang  mengalir  dua tahun
Dari dua payudaramu
Kau perempuan  subur
Saban saat tiada henti
Bergantian  mencelup puting
Di bibir mungilku
Ine susu leu pale wana (Ibu menyusuiku kiri dan kanan)
Kau perempuan mulia

Kau beri aku kehangatan
Saat musim  dingin lereng gunung
Pada penyinggahan di pondok (keka) kebun (uma)
Di Remare  dan Mesakera
Di  Dokokia  dan Waeguru
Di Waega’a dan Lekosedho
Di Kalatere dan Waebeke
Di Waenengi dan di Sa’o Ne Ledo
Pada  kampung leluhur Maghilewa

Kau beri aku  nafas segar
Di pondok (keka)  moke (tua)
Ketika  bapa  menyadap kehidupan
Pada bunga mayang seribu lontar
Di Wolooja dan Kobafange
Di Tuaradhawolo dan  Gedhatere
Dan sejenak di Malapedho
Kau perempuan yang setia
Selalu berada  di setiap persinggahan

Kau perempuan  tanpa sekolah
Tapi mengerti apa arti menjadi pintar
Kau bimbing tanganku di hari pertama
Mengantarku  ke SDK Inerie
Ketika aku  harus sekolah
Kau katakan: Kau bodha segola (Kau harus sekolah)
Dan menghapus  air mataku
Ketika  aku menangis
Kau katakan: Go ana saki mona me’e ma’e bedu go lu’u (Anak laki pantang menagis)
Kau perempuan  penuh pesona

Kau perempuan  tangguh
Yang memanggul  pisang dan kelapa
Mengantarku ke kota lewat jalan setapak
Melingkar di lereng Inerie
Kau katakan: Segola modhe-modhe (Sekolah baik-baik)
Kau katakan: Hidupmu di tanganmu (Go muzi dia lima kau)
Kau hipnotis aku dengan daya  keibuanmu
Kau perempuan yang luar biasa

Ketika kau terbaring sakit
Kau memacu aku untuk tidak lelah
Kau katakan: To’o la’a ine dia logo (Pergilah, mama di belakangmu)
Kau katakan: Segola  modhe-modhe (Sekolah yang rajin)
Kau katakan: Dhegha ine one ngasi (Ingat ibu saat doa)
Kau katakan: Kau bodha loka moe muku fuka ( Kau harus subur seperti pisang)
Kau katakan: Kau bodha bo moe tewu taba (Kau harus bertunas seperti tebu)
Kau wariskan  aku kearifan
Leluhur  yang  kau kenalkan padaku

Kau  pergi di saat aku  jauh
Tanpa kulihat senyummu
Tetapi  kau perempuan  penuh cinta
Yang selalu tercurahkan
Hingga detik-detik terakhir
Jika hari ini  aku menulis  kata hati
Hanya karena aku  rindu
Mengucapkan: Selamat hari ibu
Sebab  kau ibu yang pantas dipuja
Aku rindu mama, rindu padamu
Kutulis namamu di baris terakhir:  Fransiska Wula.***

Denpasar 22 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU