WATU




Kau bukan sekedar sebuah nama
Ketika leluhur memercik darah kerbau
Menancapkan  bhuja kawa
Membaptis namamu menjadi Watu
Kampung  leluhur dari dulu sampai sekarang
Dari jaman kuno sampai jaman modern
Tertulis namamu: Nua Watu!

Leluhur-leluhur turun temurun
Lahir sebagai generasi yang setia
Menulis namamu pada atap alang-alang
Meski  lidah api berulangkali melahapmu
Kau tetap watu (batu) padas
Yang tak akan terhanguskan
Kau kuat dan perkasa

Karena jiwa leluhur adalah jiwa batu (watu)
Yang teguh pada  rasa dan sukma
Teguh  mewariskan  titah  nenek moyang
Diturunkan kepada generasi satu ke yang lain
Tapa ada titah untuk takut pada bara api
Sekalipun  mereka  mati terbakar bencana
Sebab leluhur adalah ksatria yang pantang menyerah

Oh Watu…kampung kenangan
Kau tak lagi sekeras batu cadas
Anak keturunanmu  takut api
Lalu membangun  istanamu dengan lebih megah Dan  tak malu berdiri di kalingate
Berorasi tentang pelestarian budaya
Sedang  mereka adalah pengkhianatnya.***

Denpasar, 29 Deember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU