WATU
Kau bukan sekedar sebuah
nama
Ketika leluhur memercik
darah kerbau
Menancapkan bhuja
kawa
Membaptis namamu menjadi
Watu
Kampung leluhur
dari dulu sampai sekarang
Dari jaman kuno sampai
jaman modern
Tertulis namamu: Nua
Watu!
Leluhur-leluhur turun
temurun
Lahir sebagai generasi
yang setia
Menulis namamu pada atap
alang-alang
Meski lidah api
berulangkali melahapmu
Kau tetap watu (batu)
padas
Yang tak akan
terhanguskan
Kau kuat dan perkasa
Karena jiwa leluhur
adalah jiwa batu (watu)
Yang teguh pada
rasa dan sukma
Teguh
mewariskan titah nenek moyang
Diturunkan kepada
generasi satu ke yang lain
Tapa ada titah untuk
takut pada bara api
Sekalipun
mereka mati terbakar bencana
Sebab leluhur adalah
ksatria yang pantang menyerah
Oh Watu…kampung kenangan
Kau tak lagi sekeras
batu cadas
Anak keturunanmu
takut api
Lalu membangun
istanamu dengan lebih megah Dan tak malu berdiri di kalingate
Berorasi tentang
pelestarian budaya
Sedang mereka
adalah pengkhianatnya.***
Komentar
Posting Komentar